WASHINGTON, KOMPAS.TV - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Deputi Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller mengeklaim pemerintah Iran telah bersedia memberikan konsesi besar untuk mengakhiri perang yang dikobarkan AS dan Israel sejak 28 Februari lalu.
Miller menyebut Teheran telah menyatakan siap memberi konsesi "signifikan" untuk mencapai perjanjian damai.
Salah satu konsesi yang diberikan, kata Miller, adalah Iran bakal membuka Selat Hormuz sepenuhnya. Teheran pun disebutnya akan memberikan sejumlah konsensi lain yang kini belum bisa diungkapkan.
"Akan tetapi, sekali lagi, tidak ada perjanjian hingga terjadi kesepakatan, belum ada yang final hingga dinyatakan final," kata Miller kepada Fox News, seperti dilaporkan Al Jazeera, Jumat (29/5/2026).
Baca Juga: Iran Murka Eropa Bungkam saat Trump Ancam Oman, Sebut Sikap Itu Menormalisasi Pelanggaran Hukum
"Presiden Trump telah memperjelas bahwa beliau memiliki opsi sekarang atau kapan pun untuk melakukan apa saja yang diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan keamanan nasional Amerika."
Lebih lanjut, Miller mengakui Presiden AS Donald Trump belum memutuskan mengenai kesepatan dengan Iran. Menurutnya, Trump terlibat langsung dalam perundingan dengan Teheran.
"Presiden Trump adalah satu-satunya yang bisa mengambil keputusan, beliau secara pribadi terlibat dalam negosiasi, memastikan hasilnya sesuai standar," katanya.
Sebelumnya, media-media AS melaporkan Washington dan Teheran tengah membahas kesepakatan gencatan senjata 60 hari sekaligus perjanjian damai.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Al Jazeera
- konsesi iran
- iran
- perang iran
- perundingan iran as
- amerika serikat
- Israel





