Winger M Rahmat Tinggalkan Bali United, OTW PSM Makassar?

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pergerakan bursa transfer mulai menghadirkan banyak kemungkinan menarik menjelang Super League 2026/2027. Salah satu nama yang kini kembali ramai dibicarakan publik sepak bola Sulawesi Selatan adalah Muhammad Rahmat.

Winger senior itu resmi berpisah dengan Bali United setelah enam musim kebersamaan yang penuh cerita. Dan di tengah kabar perpisahan tersebut, muncul pertanyaan yang mulai ramai di kalangan suporter: apakah Rahmat sedang dalam perjalanan pulang ke PSM Makassar?

Belum ada jawaban pasti memang. Namun situasi ini membuat spekulasi berkembang cepat.

Apalagi Rahmat bukan sosok asing bagi publik Makassar. Ia pernah menjadi bagian penting PSM sebelum memulai petualangan baru bersama Bali United pada 2020.

Kini, ketika kariernya memasuki fase akhir di usia 38 tahun, peluang untuk kembali ke klub yang pernah membesarkan namanya terasa cukup emosional.

Perpisahan Rahmat dengan Bali United sendiri bukan sekadar akhir kontrak biasa. Ada jejak panjang yang ditinggalkan pemain asal Takalar tersebut selama berseragam Serdadu Tridatu.

CEO Bali United, Yabes Tanuri, bahkan secara khusus menyampaikan apresiasi atas kontribusi Rahmat selama beberapa musim terakhir.

“Terima kasih untuk perjuangan dan prestasi yang terukir bersama kami,” ujar Yabes.

Rahmat datang ke Bali United pada masa yang tidak mudah. Tahun 2020 menjadi periode penuh ketidakpastian akibat pandemi COVID-19 yang menghentikan hampir seluruh kompetisi sepak bola.

Saat itu Bali United sebenarnya tengah bersiap menghadapi musim besar, termasuk tampil di Liga Champions Asia. Namun pandemi membuat ritme kompetisi berubah total.

Bagi banyak pemain, situasi tersebut menjadi fase sulit untuk menjaga performa dan motivasi. Tetapi Rahmat memilih bertahan.

Keputusan itu akhirnya berbuah manis.

Ketika kompetisi kembali berjalan pada musim 2021/2022, Rahmat menjadi bagian penting dari skuad Bali United yang sukses meraih gelar juara Liga 1 secara beruntun.

Meski tidak selalu tampil sebagai bintang utama, perannya dalam rotasi tim sangat penting. Pengalaman, kecepatan, serta fleksibilitas bermain di sektor sayap membuatnya menjadi pemain yang selalu bisa diandalkan pelatih.

Dalam enam musim bersama Bali United, Rahmat mencatat 27 gol dan 10 assist. Statistik yang memperlihatkan bahwa kontribusinya bukan sekadar pelengkap skuad senior.

Ia menjadi bagian dari fondasi era emas Bali United.

Namun seperti banyak cerita dalam sepak bola modern, setiap perjalanan pada akhirnya bertemu titik akhir.

Rahmat menyampaikan salam perpisahan dengan nada emosional.

“Pada akhirnya saat ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Terlalu banyak kebahagiaan yang Bali United berikan untuk saya. Terima kasih untuk Bali United,” ujar Rahmat.

Kalimat itu terasa lebih dalam karena Rahmat bukan hanya melewati masa kejayaan bersama klub, tetapi juga menghadapi periode sulit pandemi bersama Bali United.

Kini, setelah perpisahan resmi diumumkan, masa depannya mulai menjadi perhatian.

Di tengah rumor yang berkembang, nama PSM Makassar muncul sebagai kemungkinan paling menarik.

Bukan semata karena faktor nostalgia, tetapi juga karena situasi PSM saat ini yang sedang membutuhkan keseimbangan antara pemain muda dan sosok berpengalaman di ruang ganti.

Musim lalu menjadi periode berat bagi PSM. Klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu mengalami banyak tekanan dan sedang bersiap melakukan evaluasi besar-besaran menyambut musim baru.

Dalam kondisi seperti itu, kehadiran pemain senior berkarakter kuat seperti Rahmat bisa memberi dampak penting, terutama untuk membimbing pemain muda.

Selain itu, hubungan emosional Rahmat dengan PSM juga masih cukup kuat di mata suporter.

Ia pernah menjadi simbol kerja keras dan loyalitas saat memperkuat Pasukan Ramang. Karakter bermainnya yang agresif, cepat, dan tanpa banyak drama membuatnya cukup dicintai publik Makassar.

Meski usia tidak lagi muda, Rahmat tetap memiliki kualitas yang bisa membantu tim. Pengalaman menghadapi tekanan kompetisi, atmosfer perebutan gelar, hingga mental juara menjadi nilai yang tidak bisa diukur hanya dari statistik.

Di sisi lain, kepulangan Rahmat juga berpotensi menjadi cerita emosional tersendiri bagi sepak bola Sulawesi Selatan.

Seorang pemain yang pernah pergi demi tantangan baru, lalu pulang ketika kariernya memasuki fase matang.

Tentu semuanya masih sebatas rumor. Belum ada sinyal resmi apakah PSM benar-benar tertarik memulangkan Rahmat atau tidak.

Namun dalam sepak bola, kisah reuni seperti ini selalu punya daya tarik tersendiri.

Dan jika benar terjadi, kepulangan Muhammad Rahmat ke Makassar mungkin bukan hanya tentang transfer pemain.

Tetapi tentang seorang putra daerah yang kembali ke rumah setelah perjalanan panjang penuh cerita di sepak bola Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Argentina umumkan skuad final, Messi akan jalani Piala Dunia ke-6
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Laba Manulife Indonesia Melonjak 161%, Ditopang Investasi dan Premi Asuransi
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jakarta Tidak Sedang Perang dan Polemik TNI Memburu Begal
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Saham Anjlok 8 Persen! Mobil Listrik Pertama Ferrari Rp10 Miliar Malah Diejek Mirip Nissan Leaf
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tegas! Uni Eropa Beri Sanksi ke Israel
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.