Ahli Neurologi Sebut Kebiasaan Kurang Tidur Berisiko Stroke Ringan

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Dokter ahli neurologi menyampaikan bahwa kurang tidur termasuk faktor risiko masalah neurologis dan kardiovaskular yang sering diabaikan.

Sebagaimana dalam siaran Times of India, yang mengutip dari Antara pada Jumat (29/5/2026), Chandana R Gowda dokter ahli neurologi mengatakan bahwa salah satu kondisi yang dikaitkan dengan kebiasaan kurang tidur ini adalah Transient Ischemic Attack (TIA) atau stroke ringan.

Stroke ringan terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak terblokir sementara. Gejalanya bisa berupa mati rasa atau kelemahan mendadak kadang dalam hitungan menit di satu sisi tubuh, kesulitan bicara, penglihatan kabur, serta kebingungan beberapa menit.

Meskipun bisa dengan cepat menghilang, gejala-gejala ini secara medis berisiko karena merupakan tanda peringatan stroke pada masa mendatang.

Gowda ​​​​​​​menjelaskan bahwa ketika tidur terganggu secara konsisten, tubuh akan terus mengalami peningkatan hormon stres, fluktuasi tekanan darah, peningkatan peradangan, dan regulasi metabolisme yang buruk.

Semua itu dapat meningkatkan risiko stroke ringan dan pada akhirnya stroke.​​​​​​​

Kurang tidur kronis juga dihubungkan dengan hipertensi, obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular, yang semuanya merupakan kontributor utama risiko stroke.

Begadang biasanya juga memicu reaksi berantai. Orang yang kurang tidur sering mengonsumsi lebih banyak kafein, kurang bergerak pada siang hari, mengonsumsi makanan olahan pada malam hari, dan punya tingkat stres lebih tinggi.

Kebiasaan itu bisa memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah jantung dan pembuluh darah.

“Yang sangat mengkhawatirkan adalah banyak profesional muda menormalisasi kebiasaan tidak sehat seperti menonton film larut malam, larut malam, penggunaan telepon yang lama, yang disebut sebagai ‘penundaan tidur balas dendam’ dan hanya tidur beberapa jam secara teratur,” kata Gowda.

Gowda mengatakan, perubahan sederhana yang terukur dapat dilakukan untuk mengurangi risiko masalah kardiovaskular dan stroke, termasuk menjaga jadwal tidur dan bangun pada waktu yang sama, mengurangi paparan layar 45 menit sebelum tidur, menghindari makanan berat dan kafein berlebihan pada malam hari, berolahraga secara teratur, mengelola stres, serta memantau tekanan darah dan kolesterol secara berkala.(ant/wld/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinopsis BERI CINTA WAKTU SCTV Episode 257, Hari Ini Jumat 29 Mei 2026: Naura Hancur Ditinggal Rama, Rahasia Kematian Ibu Trian Terbongkar
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Saham TPIA, ADES hingga GZCO Melaju Usai Naik Kelas ke Papan Utama
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Bank Indonesia Buka Suara soal Rupiah Sempat Tembus Rp 17.893 per Dolar AS
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Terseok-seok, Ekonomi Indramayu Sepanjang 2025 Jadi yang Terlemah
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Instruksikan Sekolah di Indonesia Belajar Bahasa Prancis, DPR Akan Panggil Kemendikdasmen
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.