Cegah Eksploitasi Petani, Pengamat Ungkap Peranan Kebijakan Sentralisasi PT DSI

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Sejak pengumuman resminya pada Selasa (26/05) lalu, pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau PT DSI hingga kini masih kian menuai perdebatan dari publik, terutama dari kalangan pengamat ekonomi.

Bukan tanpa alasan. Pasalnya, kebijakan sentralisasi ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan batu bara melalui satu pintu, seperti yang akan dijalankan oleh PT. DSI, sontak memicu perdebatan sengit di ruang publik.

BACA JUGA:Astra Serahkan Rumah Layak Huni dan Luncurkan EcoBiz Desa Sejahtera Astra di Garut, Dukung Ekonomi Lokal

Menurut Ekonom Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita, dari kacamata ekonomi kebijakan sendiri ini memiliki landasan objektif dan rasional yang sangat kuat.

"Jika dibedah secara jujur dan mendalam dari kacamata ekonomi politik, tata kelola komoditas, dan kedaulatan negara, untuk sawit dan CPO,  misalnya, pemerintah ingin  mengakhiri asimetri informasi dan eksploitasi oleh para trader spekulatif terhadap petani swadaya," jelas Ronny ketika dihubungi oleh Disway, pada Jumat (29/05).

BACA JUGA:Kemenhaj Bersyukur Armuzna Haji 2026 Berjalan Lancar dan Lebih Baik

Selama ini, struktur pasar tandan buah segar sawit milik rakyat cenderung bersifat oligopsoni, di mana posisi tawar petani sangat lemah karena berhadapan dengan segelintir pembeli atau tengkulak besar. 

Tidak hanya itu, para trader nakal kerap memanfaatkan ketiadaan akses pasar langsung ini untuk menekan harga beli di tingkat petani serendah mungkin dengan berbagai alasan artifisial.

"Melalui kehadiran PT. DSI sebagai penentu harga tunggal, negara bertindak sebagai penyangga yang menetapkan harga patokan bawah yang adil. Ketika rantai pasok ditarik ke hulu oleh kepastian serapan satu pintu, ruang gerak trader yang suka mempermainkan harga otomatis mati," pungkas Ronny.

BACA JUGA:Diduga Gelapkan Dana Investasi, Bos Busana Muslim Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Di sisi lain, Ronny juga menambahkan bahwa langkah ini juga dapat menjadi langkah untuk memastikan bahwa seluruh Devisa Hasil Ekspor benar-benar masuk dan menetap di dalam sistem perbankan nasional untuk memperkuat cadangan devisa dan menstabilkan nilai tukar Rupiah.

"Dengan adanya pintu ekspor tunggal yang dikendalikan oleh PT. DSI negara memegang kontrol penuh terhadap volume, kualitas, dan nilai riil dari komoditas yang dijual ke pasar internasional secara transparan," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menuturkan bahwa pembentukan badan ini merupakan tindak lanjut atas terbitnya Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam yang dikeluarkan Presiden RI Prabowo Subianto.

BACA JUGA:Pesan Gus Ipul Jelang Operasional Sekolah Rakyat Permanen

Menurutnya, kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia adalah upaya Pemerintah untuk mencegah praktik kecurangan ekspor atau under invoicing.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Alasan Kemenag Jateng Tak Bisa Tutup Padepokan Padang Ati Pekalongan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Di Hadapan Prabowo, Macron: Indonesia Mitra Penting Strategis
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Apresiasi Prancis Dukung Palestina: Tak Mungkin Ada Perdamaian tanpa Solusi Dua Negara
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Damkar Ungkap Penyebab Semburan Gas di Kayuringin, Diduga dari Pipa PGN
• 5 jam laludisway.id
thumb
Majelis etik Ombudsman terima 14 laporan Hery Susanto dari Kejagung
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.