JAKARTA, KOMPAS.TV - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang nyaris menembus level Rp18 ribu mendapat perhatian serius dari anggota Komisi XI DPR RI.
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Puteri Komarudin, meminta Bank Indonesia memperkuat langkah mitigasi agar tekanan terhadap rupiah tidak berdampak pada daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah dan bawah.
Dalam rapat kerja bersama Bank Indonesia pada 18 Mei lalu, Puteri mengaku telah mendorong penguatan kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam guna menjaga stabilitas pasokan valuta asing di dalam negeri.
Ia juga mengingatkan Bank Indonesia agar terus mengambil langkah antisipatif di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memicu imported inflation.
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino, menilai langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan hingga membatasi pembelian dolar merupakan pilihan terbaik di tengah tekanan terhadap rupiah.
Menurut Harris, tugas utama Bank Indonesia bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga. Ia menyebut kenaikan BI Rate memang akan berdampak pada sektor lain, termasuk potensi kenaikan bunga kredit, namun langkah tersebut diperlukan untuk menjaga daya tarik instrumen investasi berbasis rupiah sekaligus menahan arus perpindahan dana ke dolar Amerika Serikat.
Harris juga meminta Bank Indonesia memperkuat intervensi pasar melalui berbagai instrumen seperti intervensi spot, domestic non-deliverable forward (DNDF), hingga moral suasion dan intervensi verbal guna memperbaiki ekspektasi pasar terhadap rupiah.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut penting dilakukan demi menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang terus meningkat. Meski kebijakan yang diambil bukan solusi sempurna, Harris menilai langkah Bank Indonesia saat ini merupakan “pilihan baik dari yang terburuk” untuk menjaga stabilitas rupiah dan melindungi perekonomian nasional.
Penulis : Prayogi-Haro
Sumber : Kompas TV
- RUPIAH
- DPR
- GOLKAR
- PDIP




