tvOnenews.com - Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi sorotan menjelang bergulirnya Liga Voli Korea musim 2026/2027.
Bukan hanya karena kepindahannya ke Hyundai Hillstate, tetapi juga karena pengakuan langsung dari pelatih Kang Sung-hyung yang terang-terangan menyebut Megawati sebagai pemain yang sudah terbukti kualitasnya di V-League.
Pernyataan itu sekaligus menjawab keraguan sebagian publik soal kondisi fisik dan cedera lutut yang sempat menghantui pevoli asal Jember tersebut.
Dalam dunia voli modern, seorang opposite hitter dituntut memiliki kemampuan eksplosif, terutama dalam melakukan lompatan dan menghasilkan smash keras. Itulah sebabnya kondisi fisik Megawati menjadi perhatian serius Hyundai Hillstate sebelum resmi merekrutnya.
Namun alih-alih khawatir soal cedera kronis, Kang Sung-hyung justru melihat persoalan lain yang dianggap lebih penting, yakni kebugaran dan berat badan sang pemain.
Kepercayaan Hyundai Hillstate kepada Megawati bukan muncul secara instan. Klub juara Liga Voli Korea itu melakukan pemantauan langsung hingga pemeriksaan medis menyeluruh demi memastikan bahwa Megawati masih mampu tampil sebagai mesin poin utama di kompetisi kasta tertinggi Korea Selatan.
Hasilnya, Hillstate tetap yakin bahwa “Megatron” masih menjadi salah satu opposite terbaik yang pernah tampil di V-League.
Kang Sung-hyung Pantau Langsung Kondisi Megawati
Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, mengungkapkan dirinya sempat datang langsung ke Indonesia untuk memantau kondisi Megawati Hangestri.
- Instagram @red__sparks
Dari pengamatannya, ada satu hal yang langsung menarik perhatian, yakni daya lompat Megawati yang dinilai belum maksimal.
“Saya banyak memikirkannya. Jadi saya pergi ke lokasi untuk menontonnya secara langsung. Saya menonton pertandingan, dan memperhatikan bahwa lompatannya kurang,” ujar Kang Sung-hyung dikutip dari media Korea, HankookI.
Meski demikian, pelatih berusia 56 tahun itu menegaskan penurunan performa lompatan tersebut bukan disebabkan cedera lutut serius.
Setelah melakukan evaluasi mendalam, ia menyimpulkan kondisi itu lebih dipengaruhi kenaikan berat badan dan kurangnya volume latihan fisik.
“Namun, saya menyimpulkan bahwa ini bukan akibat dari cedera lutut, melainkan akibat dari kenaikan berat badan. Tampaknya juga volume latihan tidak mencukupi,” lanjutnya.




