Situbondo (beritajatim.com) – Niat membantu membersihkan pekarangan rumah kosong justru berujung petaka bagi Nur (45), warga Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Ia terjatuh ke dalam sumur septictank sedalam sekitar empat meter saat membersihkan halaman belakang rumah warga di Desa Awar-awar, Jumat (29/5/2026).
Beruntung korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski mengalami luka ringan pada bagian wajah dan tangan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Kampung Barat (Kaplingan), RT 001 RW 007, Desa Awar-awar, Kecamatan Asembagus.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan kejadian bermula saat korban membersihkan pekarangan belakang rumah milik Ana, warga setempat yang sudah lama tidak ditempati.
“Menurut keterangan RT setempat, rumah tersebut sejak tahun 2019 kosong karena pemiliknya pindah ke Surabaya. Korban saat itu membersihkan pekarangan karena pemilik rumah dikabarkan hendak pulang,” kata Puriyono.
Saat membersihkan area belakang rumah, korban diduga menginjak penutup septictank berbahan cor semen yang sudah rapuh. Penutup tersebut ambrol hingga korban terjatuh ke dalam lubang septictank sedalam kurang lebih empat meter dengan diameter sekitar satu meter.
Korban kemudian berteriak meminta tolong. Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung berdatangan untuk memberikan bantuan dan menghubungi petugas Damkar wilayah Asembagus.
Tak lama berselang, tim gabungan dari BPBD Situbondo, Damkar Asembagus, Satpol PP, Tagana, TNI-Polri, perangkat desa, hingga warga sekitar melakukan proses evakuasi.
Puriyono menjelaskan proses evakuasi berlangsung cukup sulit lantaran ukuran lubang septictank sempit. “Diameter lubangnya kecil sehingga petugas harus ekstra hati-hati saat melakukan evakuasi. Namun sekitar pukul 16.20 WIB korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke RSUD Asembagus menggunakan ambulans guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. BPBD Situbondo memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian tersebut. (awi/kun)




