tvOnenews.com - Karier baru Megawati Hangestri bersama Hyundai Hillstate mendadak dibayangi polemik panas di Liga Voli Korea.
Pevoli andalan Indonesia itu kini terancam tidak bisa tampil penuh separuh musim 2026/2027 akibat usulan aturan baru yang sedang ramai diperdebatkan.
Megawati disebut berpotensi kehilangan banyak pertandingan apabila Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) menerima usulan pembatasan pemain asing pada paruh kedua kompetisi V-League.
- Instagram @bjtmvolleyball
Polemik tersebut muncul setelah pelatih tim nasional voli putri Korea Selatan, Cha Sang-hyun, meminta agar pemain asing dilarang tampil mulai putaran keempat hingga keenam fase reguler.
Jika aturan itu diterapkan, maka seluruh pemain asing, termasuk Megawati, hanya bisa bermain pada separuh awal musim sebelum kembali tampil di babak playoff.
Usulan tersebut langsung memicu kontroversi besar di Korea Selatan maupun Indonesia karena dinilai dapat mengubah persaingan kompetisi secara drastis.
Megawati sendiri baru direkrut Hyundai Hillstate setelah tampil gemilang bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks selama dua musim terakhir.
- ChatGPT AI / KOVO
- Instagram @hdecvolleyballteam - ChatGPT
Penampilan impresif opposite hitter asal Jember itu membuat namanya menjadi salah satu pemain asing paling populer di Liga Voli Korea.
Karena itu, banyak penggemar berharap Mega mampu menjadi motor baru lini serang Hillstate pada musim depan. Namun harapan tersebut kini dibayangi ketidakpastian regulasi.
Cha Sang-hyun menilai dominasi pemain asing selama ini membuat perkembangan pemain lokal Korea Selatan, khususnya di sektor serangan, mengalami penurunan signifikan.
“Tidak ada pemain yang dominan di tim putri. Efektivitas serangan mereka tidak mencapai 10 persen,” kata Cha Sang-hyun seperti dikutip dari media Korea, Naver.
- KOVO
Jika mengacu pada format kompetisi V-League, setiap klub menjalani total 36 pertandingan selama fase reguler.
Bila aturan itu benar-benar diterapkan, Megawati bisa kehilangan sekitar 18 pertandingan bersama Hyundai Hillstate.
Situasi tersebut tentu menjadi kerugian besar bagi klub yang merekrut Mega dengan ekspektasi tinggi untuk memperkuat lini serang mereka musim depan.
Selain berpengaruh terhadap performa tim, pembatasan pemain asing juga dinilai bisa menurunkan daya tarik kompetisi dari sisi komersial dan antusiasme penonton.




