Mitos atau Fakta? Masak Daging Pakai Sendok atau Garpu Logam dapat Lebih Empuk Meski Tanpa Presto

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Pernahkah Anda mendengar rahasia dapur yang menyebutkan bahwa merebus daging bersama sendok atau garpu logam bisa menjadi lebih empuk?

Memasak daging hingga mendapatkan tekstur yang lembut dan juicy biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama atau dengan bantuan panci presto.

Bagi sebagian orang, tips memasak dengan memasukkan sendok atau garpu logam dapat menyelamatkan rahang agar tidak lelah mengunyah daging.

Namun, apakah metode ini benar-benar efektif secara ilmiah, ataukah sekedar mitos belaka yang terlanjur dipercaya masyarakat?

Dikutip dari laman resmi IPB University, dosen Fakultas Peternakan IPB Dr Tuti Suryati mengungkapkan anggapan ini merupakan fakta dan benar adanya.

Pasalnya, penggunaan sendok atau garpu logam dalam rebusan daging bisa mempercepat proses empuk daging.

Hal ini berkaitan dengan kemampuan sendok dan garpu logam sebagai konduktor panas.

“Keberadaan sendok dalam air rebusan dapat meningkatkan dan mempertahankan panas air dan udara dalam panci lebih cepat dan stabil. Panas tersebut kemudian ditransfer ke jaringan daging, sehingga daging menjadi lebih cepat empuk dibandingkan tanpa menggunakan sendok atau garpu logam,” jelas Dr Tuti Suryati.

Ilustrasi daging kurban
Sumber :
  • Ilustrasi AI Gemini

Selain dengan cara ini, supaya daging lebih empuk tanpa menggunakan panci presto dapat menggunakan teknik rebus 5-30-7.

Artinya, rebus daging sebanyak tiga kali dengan panci tertutup agar panas tidak menyebar.

“Teknik ini terdiri dari merebus daging selama 5 menit dalam air mendidih dengan api sedang-besar dan panci tertutup. Lalu matikan api dan mendiamkannya selama 30 menit tanpa membuka tutupnya. Setelah itu, api dinyalakan kembali dan daging direbus lagi selama 7 menit,” terangnya.

Tuti menjelaskan metode ini dapat menjaga panas tetap terperangkap dalam daging secara konstan dan tidak berlebihan.

Teknik ini memungkinkan terjadinya degradasi otot secara konstan tanpa menyebabkan denaturasi atau pengerutan protein yang berlebihan.

Hal ini sangat efektif meminimalkan risiko daging menyusut, yang biasanya membuat tekstur menjadi lebih kering dan alot.

Tak hanya dengan metode ini, Tuti juga menyarankan dengan penggunaan bahan alami seperti daun pepaya, nanas, kiwi, atau jahe yang dapat membuat daging lebih empuk.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Registrasi SIM Card Biometrik untuk Anak Dapat Diwakilkan Ortu atau Wali
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Poin Penting RUU Satu Data: Akhiri Kekacauan Bansos, BPJS hingga Ego Sektoral
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Ngakak plus Merinding, Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih Beri Sajian Komedi dalam Horor Pesugihan
• 12 jam laluintipseleb.com
thumb
5 Drama Korea Baru yang Tayang Juni 2026, dari Romansa Bikin Baper hingga Thriller Menegangkan!
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
ESDM Tawarkan 118 Potensi Blok Migas Baru, 25 Wilayah Telah Teken Kontrak
• 18 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.