Budapest, VIVA – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menegaskan bahwa timnya telah memetik pelajaran berharga dari rentetan pertemuan melawan Paris Saint-Germain (PSG) pada musim lalu. Pengalaman tersebut dijadikan sebagai modal sekaligus bahan evaluasi utama jelang bentrokan krusial kedua tim dalam partai final Liga Champions yang akan digelar di Stadion Puskas Arena, Budapest, Sabtu malam.
Pada musim lalu, The Gunners tercatat bersua sebanyak tiga kali dengan raksasa Prancis tersebut. Meskipun berhasil mengamankan kemenangan pada fase liga, Arsenal harus merelakan tiket final musim lalu setelah ditundukkan oleh PSG dalam dua leg babak semifinal. Kegagalan tersebut kini bertransformasi menjadi guru terbaik bagi armada London Utara.
"Kami tentu saja menggunakan contoh dan hal-hal yang telah kami pelajari dari ketiga pertandingan tersebut, dan ada banyak hal yang bisa dipetik dari sana," ujar Arteta, dikutip dari laman resmi klub, Sabtu.
Kendati menjadikan rekam jejak musim lalu sebagai cerminan, juru taktik asal Spanyol itu meyakini bahwa peta kekuatan dan kondisi internal kedua kesebelasan telah mengalami pergeseran yang signifikan pada musim ini. Menurutnya, dinamika dan skenario yang melingkupi kedua tim saat ini sudah jauh berbeda karena proses evolusi masing-masing.
"Memang benar bahwa kita telah berevolusi dengan cara yang berbeda, dan mereka juga berevolusi dengan cara yang berbeda. Skenario mereka juga berbeda," kata Arteta menambahkan.
Namun, mantan asisten Pep Guardiola ini tetap percaya bahwa pembenahan yang dilakukan berdasarkan hasil evaluasi masa lalu akan terlihat dampaknya dalam laga puncak nanti. "Kita telah mengambil beberapa pelajaran dan beberapa hal yang harus kita perbaiki, dan saya yakin itu akan terjadi besok."
Menjelang laga penentuan ini, kesiapan mental dan fisik skuad Arsenal dilaporkan berada dalam kondisi puncak. Arteta mengungkapkan bahwa persiapan Bukayo Saka dan kolega berjalan sangat lancar, penuh fokus, dan diselimuti atmosfer positif. Motivasi internal yang tinggi kini membakar semangat seluruh elemen tim untuk mencetak sejarah baru.
Arteta pun menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali visi utama Arsenal di Puskas Arena, yaitu membawa pulang trofi Si Kuping Besar ke Emirates Stadium. Bagi Arteta, kelayakan Arsenal tampil di final adalah buah dari kerja keras dan performa konsisten sepanjang kompetisi.





