Editorial MI: Waisak di Jalan Panjang Toleransi

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

PERINGATAN Hari Raya Trisuci Waisak 2570 BE menghadirkan lanskap spiritual yang tidak sekadar sakral, tetapi juga sarat pesan kebangsaan. Besok, Minggu, 31 Mei 2026, umat Buddha di Indonesia kembali memusatkan perayaan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Waisak bukan sekadar ritual keagamaan yang mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Siddhartha Gautama, mulai dari kelahiran, pencapaian pencerahan, hingga wafatnya Sang Buddha. Lebih dari itu, Waisak adalah momentum kontemplasi tentang bagaimana manusia merawat welas asih, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap kehidupan.

Pesan itu yang tecermin dalam perjalanan ritual thudong oleh puluhan biksu dari berbagai negara Asia Tenggara. Mereka memulai perjalanan panjang dari Pulau Bali, berjalan kaki menempuh ratusan kilometer menuju Candi Borobudur sebagai titik puncak perayaan Waisak.

Di tengah dunia yang bergerak serbacepat, ritual berjalan kaki lintas kota dan lintas pulau itu seolah menghadirkan jeda. Thudong mengajarkan kesederhanaan, disiplin, dan keteguhan batin.

Baca Juga :

Tiba di Candi Mendut, Api Dharma Mrapen Disakralkan Jelang Hari Raya Waisak 2026
Namun, makna thudong tidak berhenti pada ranah religius. Perjalanan para biksu itu sejatinya juga menyodorkan cermin tentang bagaimana kehidupan berbangsa seharusnya dijalani.

Mereka berjalan melintasi beragam wilayah, bertemu masyarakat dengan keyakinan berbeda, dan diterima dengan tangan terbuka. Di situlah tampak wajah Indonesia yang sesungguhnya; bangsa majemuk yang dapat hidup berdampingan dalam penghormatan dan kemanusiaan.

Pemandangan itu terasa semakin bermakna karena peringatan Waisak tahun ini berlangsung pada pekan yang sama dengan Hari Raya Idul Adha yang dirayakan umat Islam. Dua perayaan besar agama berbeda hadir berdekatan dalam ruang kebangsaan yang sama. Itu merupakan kekayaan sosial yang tidak dimiliki banyak bangsa lain.

Indonesia sejak awal memang dibangun di atas fondasi keberagaman. Karena itulah konstitusi memberikan jaminan tegas terhadap kebebasan beragama. Pasal 28E ayat (1) UUD 1945 menegaskan setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya.

Ratusan umat Buddha melaksanakan prosesi San Pu Yi Pai dan Pradaksina di Candi Borobudur menjelang perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE/2026. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.

Selanjutnya, pada Pasal 28I ayat (1) UUD 1945 disebutkan hak beragama sebagai salah satu hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. Lebih jauh pada Pasal 29 ayat (2) disebutkan negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.

Konstitusi sesungguhnya telah memberikan garis yang terang bahwa negara tidak boleh membiarkan intimidasi, diskriminasi, apalagi kekerasan atas nama keyakinan. Sayangnya, praktik intoleransi masih saja merecoki kehidupan berbangsa yang harmonis.

Kasus pembubaran ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, beberapa waktu lalu menjadi pengingat bahwa toleransi kita belum sepenuhnya kokoh. Intoleransi kerap tumbuh dari prasangka, ketidaktahuan, dan pembiaran. Ketika tindakan diskriminatif, intimidasi, hingga kekerasan tidak ditindak tegas, sikap intoleran akan tumbur subur.

Baca Juga :

Sambut Waisak 2570 BE, Bhante Wongsin Labhiko Ajak Umat Tingkatkan Moralitas
Karena itu, negara tidak boleh ragu menegakkan hukum terhadap setiap tindakan yang menghalangi kebebasan beribadah. Aparat harus hadir bukan sekadar sebagai penonton atau mediator yang mencari jalan aman, melainkan sebagai penjamin hak konstitusional seluruh warga negara.

Mari kita jadikan momentum Waisak dan Idul Adha di pekan yang suci ini sebagai titik balik untuk memurnikan nurani kebangsaan kita dari segala benih diskriminasi.

Selamat Hari Waisak. Sabbe satta bhavantu sukhitatta, semoga semua makhluk berbahagia. Semoga pula damai dan kebijaksanaan senantiasa menerangi perjalanan bangsa ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri: IPDN Pilar Penguatan Profesionalisme ASN dan Ketahanan Negara
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Peran Industri dalam Mengejar Ambisi PLTS 100 GW
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Oleh-Oleh dari Paris, Prabowo dan Macron Perluas Poros Strategis Indonesia-Prancis
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Iduladha, DPC Gerindra Makassar Salurkan Daging Kurban untuk Kader
• 15 jam laluterkini.id
thumb
Dinsos DKI Beri Trauma Healing kepada Anak Korban Kebakaran di Jakbar
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.