Summarecon Bangun Pusat Bisnis Terintegrasi di Bandung Timur

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Bandung -

Summarecon Bandung mampu mentransformasi kawasan Bandung Timur, khususnya Gedebage, menjadi pusat pertumbuhan bisnis baru hanya dalam waktu 11 tahun.

Pengembangan kawasan tersebut menghadirkan integrasi hunian, pusat bisnis, ruang komersial, fasilitas pendidikan, hingga infrastruktur transportasi modern dalam satu kawasan terpadu.

Summarecon Bandung juga mempercepat perkembangan Gedebage menjadi pusat bisnis terintegrasi di Bandung Timur melalui konektivitas strategis yang terhubung langsung dengan Exit Tol Gedebage KM 149 Padaleunyi serta akses menuju Stasiun Tegalluar Summarecon untuk layanan kereta cepat Whoosh dengan waktu tempuh sekitar 10 menit.

Atas kinerja tersebut, PT Summarecon Agung Tbk kembali menegaskan kekuatannya dalam mengembangkan kota terpadu berkelas dunia setelah Summarecon Bandung meraih penghargaan internasional kategori “Urban Regeneration” dalam ajang Real Estate Asia Built Environment Awards 2026 di Singapura yang menilai inovasi dan penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan menjadi faktor utama yang membawa proyek-proyek terbaik meraih penghargaan.

Hindarko Hasan selaku Executive Director Summarecon Bandung menerima langsung penghargaan tersebut di Singapura, Kamis (28/5/2026)

Pencapaian ini memperkuat rekam jejak Summarecon selama 50 tahun dalam membangun kawasan perkotaan modern yang terintegrasi dan berkelanjutan.

President Director PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengatakan berbagai penghargaan nasional dan internasional yang diraih Summarecon membuktikan konsistensi perusahaan dalam menghadirkan kota terpadu yang memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

“Berbagai penghargaan yang diraih menegaskan komitmen Summarecon dalam menciptakan Kota Terpadu yang tidak hanya bernilai secara ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan jangka panjang,” ujar Adrianto.

Summarecon Bandung mengembangkan kawasan dengan konsep modern yang tetap mengedepankan keseimbangan lingkungan. Pengembang menghadirkan ruang terbuka hijau melalui pembangunan taman kota dan danau dengan total luas mencapai 27 hektare.

Executive Director Summarecon Bandung Hindarko Hasan mengatakan konsep pembangunan kawasan berfokus pada kualitas hidup masyarakat melalui integrasi fasilitas publik, konektivitas, dan lingkungan hijau.

“Kami mengembangkan Summarecon Bandung dengan mengedepankan keseimbangan antara kemajuan kota modern dan lingkungan yang berkelanjutan, dimana ruang hijau, konektivitas, dan kualitas hidup menjadi fondasi utama,” kata Hindarko.

Summarecon Bandung juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung gaya hidup modern seperti Summarecon Mall Bandung, Pasar Modern Sinpasa, Jungle Padel, Dot Hub Space, hingga tenant kuliner nasional seperti McDonald’s, Bakmi GM, Texas Chicken, Lu Ji Tiam, dan Kopi Kosu.

Memperkuat sektor pendidikan dan inovasi, kawasan ini menghadirkan Sekolah Islam Al Azhar Summarecon Bandung, Sekolah Terpadu Sedaya Bintang, serta ITB Innovation Park. Kehadiran fasilitas tersebut memperkuat posisi Bandung Timur sebagai kawasan urban baru yang terus berkembang.

Selain membangun pusat bisnis dan hunian modern, Summarecon Bandung juga memperkuat fasilitas sosial melalui pembangunan Masjid Raya Al Azhar Summarecon Bandung, Gereja Bethel Indonesia, serta fasilitas kesehatan berupa rumah sakit.

Pengembangan kawasan semakin mendapat dukungan dari kehadiran infrastruktur strategis Pemerintah Kota Bandung seperti Masjid Raya Al Jabbar dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang berada di sekitar kawasan Gedebage. 

"Sejak dikembangkan pada 2015, Summarecon Bandung telah meluncurkan lebih dari 2.000 unit hunian,"kata Hindarko

Transformasi Gedebage menjadi pusat bisnis dan kawasan urban modern kini memperlihatkan bagaimana pembangunan terintegrasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Bandung Timur sekaligus menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat.

"Terbaru, pengembang memasarkan Cluster Xandari sebagai hunian mewah dengan harga mencapai Rp28 miliar per unit,"pungkasnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cloud Computing Jadi Bekal Generasi Muda Hadapi Era Digital
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Momen Prabowo Foto Bersama Pengawal Prancis Sebelum ke Tanah Air
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Mitos atau Fakta? Masak Daging Pakai Sendok atau Garpu Logam dapat Lebih Empuk Meski Tanpa Presto
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: Mengintip Larung Pelita Purnama Sidhi di Sungai Progo, Borobudur
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Polres Jakbar Gelar Patroli di Titik Rawan Kejahatan
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.