Honda Racing Indonesia mengumumkan line-up pebalap serta strategi menghadapi kompetisi 2026. Pengumuman tersebut dilakukan dalam konferensi pers yang digelar di Honda Culture at Vault Automotive Museum.
Pada musim ini, tim menghadirkan wajah baru, identitas visual anyar, serta langkah regenerasi pembalap muda. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kultur balap Honda di Indonesia.
Bagi Honda, ajang balap disebut bukan sekadar kompetisi. Lintasan digunakan sebagai ruang pengujian teknologi, pembentukan performa, serta pengembangan karakter di tengah tekanan dan tantangan.
Communication Strategy Sub-Division Head PT Honda Prospect Motor, Yulian Karfili, menyampaikan bahwa motorsport memiliki peran vital dalam perjalanan Honda.
“Bagi Honda, ajang balap selalu menjadi bagian penting dalam pengembangan dan pembuktian teknologi, sekaligus pengingat untuk terus berkembang di tengah tekanan dan perubahan,” ujar Yulian di acara Honda di Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026).
Sejak terjun ke motorsport nasional pada 2002, Honda Racing Indonesia telah mencatatkan total 24 gelar juara nasional di gelaran ISSOM (Indonesia Sentul Series of Motorsport). Catatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang tim dalam kompetisi balap touring di Tanah Air.
Pada musim 2025, HRI memperluas kiprah dengan tampil di Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2025 di Sirkuit Mandalika. Dalam tersebut, tim meraih sejumlah gelar nasional, termasuk ITCR 1.200 Seeded A, ITCR 1.200 Seeded B, ITCR 3.600 Seeded A, serta gelar konstruktor di dua kelas berbeda.
Direktur HRI, Alvin Bahar, mengatakan setiap musim menghadirkan dinamika tersendiri. Ia menekankan bahwa kekuatan tim tidak hanya berasal dari hasil di lintasan, tetapi juga dari konsistensi dan kerja sama seluruh anggota tim.
“Tahun ini juga menjadi momen yang menarik karena hadirnya generasi dan talenta baru yang membawa energi baru, sekaligus melanjutkan kultur dan semangat Honda Racing ke generasi berikutnya,” kata Alvin.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, HRI memperkenalkan HRI Team Management. Program ini dirancang sebagai jalur pembinaan pembalap yang dimulai dari simulator, gokart, hingga balap touring di MFoS.
Melalui program tersebut, pebalap berpotensi dapat melangkah ke ajang internasional seperti Mandalika 6 Hours dan Sepang 1000 KM. Skema ini menjadi bagian dari sistem pengembangan talenta yang lebih terstruktur.
Pada tahap awal, HRI Team Management memperkenalkan Rachel Cia yang akan turun di kelas ITCR 1.500 menggunakan Honda City Hatchback RS. Ia sebelumnya dikenal sebagai drifter dan juara Women’s Drift Challenge 2023.
Perpindahan Rachel dari drift ke touring menjadi tantangan baru dalam hal adaptasi teknis dan gaya balap. Selain itu, ia juga dikenal sebagai figur publik yang aktif memperkenalkan dunia otomotif ke kalangan yang lebih luas.
Di sisi lain, tim utama tetap diperkuat oleh komposisi juara bertahan. Alvin Bahar kembali turun di kelas ITCR Seeded A menggunakan Honda Civic Type R FL5, menandai musim ke-24 bersama HRI.
Sementara itu, Avila Bahar kembali tampil di kelas ITCR 1.200 Seeded A bersama Honda Brio RS. Ia melanjutkan kiprahnya setelah mengoleksi lima gelar juara nasional sejak memulai karier pada 2016.
Pebalap lain, Andri Abirezky, naik ke kategori Master di kelas yang sama. Pada musim sebelumnya, ia meraih gelar juara nasional ITCR 1.200 Seeded B serta mencatatkan waktu tercepat di salah satu putaran MFoS 2025.
Selain line-up pebalap, HRI juga memperkenalkan identitas visual baru. Livery dengan dominasi warna hitam dan merah dihadirkan sebagai simbol semangat baru untuk menghadapi musim balap 2026.





