Perkuat Semangat Kader, PDIP Hidupkan Kembali Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Menyambut Bulan Bung Karno yang diperingati setiap Juni, DPP PDI Perjuangan kembali menggema-kan semangat Marhaenisme kepada kader partai melalui pemutaran lagu “Bung Karno Bapak Marhaenisme” dalam kegiatan Pembekalan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Indonesia masa bakti 2024–2029.

Lagu tersebut diperdengarkan pada sesi awal kegiatan yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (30/5/2026), sebagai bagian dari protokol kepartaian sekaligus pengingat akan akar ideologi perjuangan partai.

Djarot Saiful Hidayat Ketua DPP PDIP mengatakan, pemutaran kembali lagu tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar seremoni acara.

“Lagu ini adalah pengingat bagi kita semua, khususnya para anggota legislatif yang baru mendapatkan amanah rakyat, bahwa inti perjuangan PDI Perjuangan adalah keberpihakan kepada rakyat kecil atau kaum Marhaen. Melalui Bulan Bung Karno, kita memperkuat kembali komitmen untuk membumikan ajaran Bung Karno dalam setiap kebijakan dan langkah perjuangan politik,” ujar Djarot.

Menurutnya, lagu “Bung Karno Bapak Marhaenisme” merupakan bagian penting dari identitas ideologis partai yang harus terus diwariskan kepada seluruh kader.

“Dalam setiap kegiatan yang menggunakan protokol kepartaian, lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme wajib dinyanyikan. Ini menjadi bagian dari upaya menjaga semangat perjuangan dan kesadaran ideologis kader,” tegasnya.

Semangat yang terkandung dalam lagu tersebut juga sejalan dengan pesan yang selama ini terus disampaikan Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDI Perjuangan kepada seluruh kader partai.

Megawati kerap menegaskan bahwa kader PDIP harus selalu hadir di tengah rakyat dan memahami persoalan yang mereka hadapi secara langsung.

Bagi Megawati, kekuatan utama kader partai bukan terletak pada pencitraan atau strategi politik semata, melainkan pada kedekatan yang tulus dengan rakyat serta kemampuan menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan masyarakat.

Selain menjadi pengingat ideologi perjuangan, lagu tersebut juga membawa kembali ingatan pada sejarah lahirnya Marhaenisme yang dicetuskan Bung Karno di tanah Priangan pada era 1920-an.

Kala itu, Bung Karno bertemu seorang petani sederhana bernama Marhaen di kawasan Bandung.

Meski memiliki tanah dan alat kerja sendiri, petani tersebut tetap hidup dalam keterbatasan akibat sistem kolonial yang menindas.

Dari perjumpaan itulah Bung Karno kemudian menggunakan nama “Marhaen” sebagai simbol rakyat kecil Indonesia yang tertindas namun memiliki kekuatan untuk bangkit dan menjadi motor perubahan.

Marhaenisme kemudian berkembang menjadi salah satu fondasi pemikiran Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kegiatan pembukaan Bimtek dipimpin langsung oleh Djarot Saiful Hidayat dan dihadiri sejumlah pengurus DPP PDIP, antara lain Andreas Hugo Pareira, Ribka Tjiptaning, Wiryanto Sukamdani, Darmadi Durianto, Yoseph Aryo Adhi Dharmo, Yuke Yurike, dan Sri Rahayu.

Lebih dari 600 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan tersebut.(faz/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerita Patricia Gouw jadi Korban Penipuan Berkedok Pembelian Tiket Pesawat
• 20 jam lalucumicumi.com
thumb
Empat Saham Prajogo Pangestu Masuk Jajaran Top Gainers Pekan Ini, Intip Daftarnya
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Sengit! Kejar-kejaran Korban dan Maling Motor Lintas Kota di Ponorogo, Berakhir Dikepung Polisi di Semak-semak
• 7 jam lalurealita.co
thumb
Timnas Indonesia Rilis 23 Pemain untuk Piala AFF U19 2026
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Timwas DPR RI Nilai Pelayanan Haji 2026 Membaik, Jemaah Beri Respons Positif
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.