Sejarah Bisnis Victorinox, Brand asal Swis Berusia 142 Tahun

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Victorinox, brand ikonik asal Swiss yang dikenal secara global sebagai Maker of the Original Swiss Army Knife™, kini sudah berusia 142 tahun sejak didirikan pada 1884 silam.

Meski sudah berusia lebih dari seratus tahun, brand ini bisa bersaing di tengah banyaknya brand-brand baru bermunculan.

Didirikan pada tahun 1884 oleh Karl Elsener di Ibach, Switzerland, Victorinox telah lebih dari 140 tahun menghadirkan produk-produk yang dikenal melalui precision, functionality, dan enduring quality. 

Berlandaskan nilai kekeluargaan yang kuat, Victorinox berkembang dari sebuah workshop pembuat pisau kecil menjadi simbol global dari Swiss craftsmanship dan reliability.

Dipandu oleh filosofi “design follows function,” Victorinox terus menghadirkan solusi yang thoughtfully engineered untuk membantu setiap individu agar selalu siap menghadapi berbagai situasi sehari-hari, dengan memadukan heritage dan innovation untuk modern lifestyles.

Mulai dari Original Swiss Army Knife™ hingga premium luggage dan backpacks, Victorinox terus menerapkan pendekatan Swiss-engineered yang sama dalam menciptakan produk-produk yang dirancang untuk mendukung perjalanan sehari-hari maupun travel journeys.

Baca Juga

  • Sejarah Bisnis Formula OT Group yang Memasuki Usia 40 Tahun
  • Sejarah Bisnis Sritex, Sempat Berjaya hingga ke Luar Negeri
  • Sejarah Bisnis Haagen Dazs, Es Krim Super Premium Asal Amerika

Victorinox memiliki berbagai hero products. Salah satu produk ikoniknya, Swiss Army Knife™ melalui seri Huntsman, menghadirkan 15 fungsi praktis
dalam desain compact dan durable yang dibuat menggunakan high-quality martensitic stainless steel, menjadikannya multifunctional tool yang ideal untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas outdoor.

Di kategori travel gear, koleksi Spectra 3.0 menampilkan keahlian Victorinox dalam desain luggage modern. Dibuat dari recycled polycarbonate, koleksi ini dilengkapi dengan front-opening compartment serta self-expandable system yang mampu menambah kapasitas hingga 40%, menghadirkan kombinasi sustainability dan performance dalam satu desain yang inovatif.

Kemudian, Architecture Urban2 Collection hadir sebagai rangkaian backpack yang dirancang khusus untuk urban professionals. Koleksi ini menawarkan 360° protection, optimized storage, serta antimicrobial lining dengan teknologi SILVADUR™, menjadikannya pilihan ideal untuk mendukung mobilitas dan kebutuhan modern city life.

Histori bisnis Victorinox

Victorinox munucl saat pendirinya Karl Elsener, membuka bengkel pembuat pisaunya pada tahun 1884 di Ibach, Swiss. Saat itu dia tidak menyangka bahwa Pisau Tentara Swiss™ yang akan segera ia ciptakan akan menjadi ikon kesiapan global, tidak hanya masuk ke dalam kehidupan sehari-hari, tetapi bahkan ke luar angkasa.

Saat ini, Victorinox adalah perusahaan global dengan lima kategori produk: Pisau Tentara Swiss™ & Peralatan, Pisau Rumah Tangga dan Profesional, Jam Tangan, dan Perlengkapan Perjalanan.

Berikut adalah tonggak penting dalam sejarah perusahaan

1884:  Karl Elsener I membuka bengkel pembuat pisau di Ibach-Schwyz. Ibunya, Victoria, aktif mendukung usahanya.

1891: Karl Elsener I mendirikan Asosiasi Pembuat Pisau Utama Swiss dan mengirimkan pasokan pisau tentara utama pertama ke Angkatan Darat Swiss. Asosiasi ini masih ada hingga saat ini.

1897: "Pisau Perwira dan Olahraga Swiss Asli" dipatenkan. Pisau ini dikenal di seluruh dunia saat ini sebagai "Pisau Tentara Swiss™" asli.

1909 : Untuk mengenang ibunya, Karl Elsener I memilih nama depan ibunya, Victoria, sebagai nama merek, dan mendaftarkan lambang Salib & Perisai sebagai merek dagang. Saat ini, merek dagang tersebut terdaftar di lebih dari 120 negara.

1918: Carl Elsener II mengambil alih manajemen bengkel.

1921: Penemuan baja tahan karat (Inox) merupakan perkembangan yang sangat signifikan bagi industri peralatan makan. Gabungan dua kata "Inox" dan "Victoria" menghasilkan nama perusahaan dan merek saat ini – Victorinox.

1950: Carl Elsener III mengambil alih manajemen perusahaan.

1993: Victorinox membuka anak perusahaan penjualan pertamanya di Jepang.

1999: Masuk pasar untuk "Perlengkapan Perjalanan" dengan Grup TRG Amerika sebagai pemegang lisensi.

2000: Pendirian Victorinox Foundation yang memegang 90% saham Victorinox AG. Sisa 10% dimiliki oleh yayasan nirlaba Carl dan Elise Elsener-Gut.

2001: Peluncuran lini pakaian di AS dan pembukaan toko Victorinox pertama di Soho, New York.

2005: Akuisisi produsen pisau dan jam tangan Swiss yang sudah lama berdiri, Wenger SA di Delémont. Victorinox masih mengoperasikan merek Wenger, yang terutama berfokus pada jam tangan dan perlengkapan perjalanan.

2007: Carl Elsener IV mengambil alih manajemen perusahaan dan memperluas Victorinox sebagai merek multi-produk global. Pendirian Victorinox Swiss Army Fragrance AG.

2008: Pembukaan toko utama Victorinox pertama di Eropa di London.

2013: Integrasi bisnis pisau Wenger ke dalam merek Victorinox.

2014: Akuisisi bisnis perlengkapan perjalanan dari pemegang lisensi sebelumnya dan pembentukan unit bisnis baru Victorinox Travel Gear AG. Pembukaan toko unggulan di jantung kota Zurich.

2017: Produksi "Pisau Tentara Swiss Asli™" ke-500 juta. Penghentian produksi Pakaian untuk fokus pada kategori produk inti.

2020: Pembukaan pusat distribusi Eropa baru di Seewen, Swiss. Akuisisi Zena Swiss AG, produsen pengupas ekonomis tradisional Swiss. Pembukaan Toko waralaba Victorinox Eropa pertama di Wina.

Bisnis Victorinox di Indonesia

Victorinox resmi berekspansi ke pasar ritel Indonesia melalui pembukaan pengalaman ritel imersif pertamanya di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat pada November 2025.

Ekspansi ini dilanjutkan dengan pembukaan pop-up store serta Experience Hub di Kota Kasablanka, Jakarta pada Mei 2026 menandai milestone terbarunya di Indonesia.

Bersama LUXASIA Indonesia, pembukaan terbaru ini mencerminkan komitmen Victorinox untuk terus memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia melalui
konsep retail yang lebih immersive dan experience-led, menghadirkan pengalaman yang melampaui aktivitas berbelanja konvensional.

Victorinox Experience Hub di Kota Kasablanka dibuat sebagai sebuah immersive experience hub yang dirancang lebih dari sekadar retail destination. Ruang ini mengajak pengunjung untuk mengenal Victorinox lebih dekat melalui storytelling, interaction, dan hands-on discovery experience.

Perjalanan dimulai dari area Victorinox Brand Wall, di mana pengunjung dapat menelusuri asal-usul brand, berbagai milestone penting, hingga cerita di balik nama Victorinox yang berasal dari nama ibu pendirinya, Karl Elsener, yaitu Victoria, yang dipadukan dengan kata “Inox” sebagai simbol stainless steel.

Pengalaman ini kemudian berlanjut melalui curated showcase yang menampilkan berbagai kolaborasi terdahulu serta koleksi limited-edition Swiss Army Knife™, hingga travel gear lifestyle wall yang menghadirkan koleksi travel dan everyday carry Victorinox dalam konteks yang lebih aspirational dan lifestyle-driven.

Pengunjung juga dapat menikmati interactive product demonstration untuk merasakan secara langsung craftsmanship, material quality, dan functionality dari setiap produk Victorinox. Melengkapi pengalaman tersebut, guests turut diajak meninggalkan personal mark mereka pada instalasi bertema Jakarta-inspired
landscape, The Jakarta Skyline, menciptakan pengalaman brand interaction yang lebih personal dan memorable.

Melalui Experience Hub ini, Victorinox merefleksikan gaya hidup urban yang terus bergerak cepat, sekaligus memposisikan produk- produknya sebagai solusi yang practical namun tetap refined untuk berbagai kebutuhan daily urban living dan travel.

“Lifestyle market di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif, didorong oleh generasi konsumen baru yang semakin menghargai functionality dan design dalam produk yang mereka pilih. Mereka tidak hanya mencari produk yang memiliki purpose, tetapi juga produk yang dapat merepresentasikan identitas serta mendukung gaya hidup sehari-hari mereka. Victorinox hadir secara natural di ruang ini dengan menghadirkan solusi yang memadukan heritage, quality, dan relevance untuk modern living,” ujar Lia Amelia, Country Manager, LUXASIA Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Kondisi Fabio Quartararo Usai Crash di Sesi Latihan MotoGP Italia 2026: Lebih Buruk dari Perkiraan Saya!
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Turun gunung untuk bikin paspor di Kota Palopo
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 2, Ada 24 Jurusan
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Volume Kendaraan Meningkat, Tol Jakarta-Cikampek Km 55-65 Contraflow
• 4 jam laludetik.com
thumb
DJP Kemenkeu: Pelaporan SPT Tahunan 2025 Tembus 13,45 Juta hingga 28 Mei 2026
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.