Gedung Putih Tegaskan Trump Hanya Akan Terima Kesepakatan Nuklir Iran yang Menguntungkan AS

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Gedung Putih menegaskan Presiden Amerika Serikat Donald Trump hanya akan menerima kesepakatan nuklir dengan Iran yang sesuai dengan kepentingan dan syarat yang ditetapkan oleh Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan seorang pejabat Gedung Putih pada Jumat (29/5) setelah berlangsungnya pertemuan tingkat tinggi selama sekitar dua jam di Ruang Situasi Gedung Putih.

Pertemuan itu digelar di tengah berlangsungnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir Teheran.

"Presiden Trump hanya akan membuat kesepakatan yang baik untuk Amerika dan memenuhi batasannya," kata pejabat tersebut.

AS Tegaskan Penolakan terhadap Senjata Nuklir Iran

Pejabat Gedung Putih menegaskan pemerintahan Trump tetap mempertahankan sikap keras terhadap ambisi nuklir Iran.

"Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," tambah pejabat itu.

Menurut Gedung Putih, setiap kesepakatan yang dicapai harus memenuhi ketentuan ketat yang telah ditetapkan Presiden Trump.

Sikap tersebut menjadi bagian dari strategi Washington dalam perundingan yang masih berlangsung dengan Teheran.

Trump Siapkan Keputusan Akhir

Sebelumnya, Trump menyampaikan melalui platform Truth Social bahwa dirinya akan menggelar pertemuan dengan para pejabat senior untuk mengambil keputusan akhir terkait usulan kesepakatan guna mengakhiri konflik dengan Iran.

Trump juga mengungkapkan sejumlah elemen yang menurutnya harus menjadi bagian dari kesepakatan tersebut.

Salah satu syarat utama adalah komitmen Iran untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir.

Selain itu, Trump menginginkan pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial internasional tanpa pembatasan.

Negosiasi Masih Berlangsung

Pernyataan Gedung Putih muncul saat proses negosiasi antara Washington dan Teheran masih berlangsung dan belum mencapai kesepakatan final.

Sejumlah isu penting, termasuk program nuklir Iran dan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, masih menjadi fokus utama pembahasan kedua pihak.

Hingga saat ini belum ada kepastian mengenai hasil akhir perundingan tersebut, meskipun komunikasi diplomatik antara kedua negara terus berlangsung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
F✦FOREVER Bikin Nostalgia di Jakarta, Bawakan Meteor Rain hingga Can’t Lose You
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Transjakarta Perpanjang Jam Operasional Rute PIK 2-Blok M Selama Java Jazz Festival
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
KPK Bongkar Borok Penerimaan Siswa Baru, Ada Pungli hingga Calon Titipan
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
PBB Masukkan Israel dan Rusia dalam Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Xiaomi Perkenalkan 17T Series dengan Fitur Fotografi Canggih
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.