Pantau - Gedung Putih menegaskan Presiden Amerika Serikat Donald Trump hanya akan menerima kesepakatan nuklir dengan Iran yang sesuai dengan kepentingan dan syarat yang ditetapkan oleh Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan seorang pejabat Gedung Putih pada Jumat (29/5) setelah berlangsungnya pertemuan tingkat tinggi selama sekitar dua jam di Ruang Situasi Gedung Putih.
Pertemuan itu digelar di tengah berlangsungnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir Teheran.
"Presiden Trump hanya akan membuat kesepakatan yang baik untuk Amerika dan memenuhi batasannya," kata pejabat tersebut.
AS Tegaskan Penolakan terhadap Senjata Nuklir IranPejabat Gedung Putih menegaskan pemerintahan Trump tetap mempertahankan sikap keras terhadap ambisi nuklir Iran.
"Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," tambah pejabat itu.
Menurut Gedung Putih, setiap kesepakatan yang dicapai harus memenuhi ketentuan ketat yang telah ditetapkan Presiden Trump.
Sikap tersebut menjadi bagian dari strategi Washington dalam perundingan yang masih berlangsung dengan Teheran.
Trump Siapkan Keputusan AkhirSebelumnya, Trump menyampaikan melalui platform Truth Social bahwa dirinya akan menggelar pertemuan dengan para pejabat senior untuk mengambil keputusan akhir terkait usulan kesepakatan guna mengakhiri konflik dengan Iran.
Trump juga mengungkapkan sejumlah elemen yang menurutnya harus menjadi bagian dari kesepakatan tersebut.
Salah satu syarat utama adalah komitmen Iran untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir.
Selain itu, Trump menginginkan pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial internasional tanpa pembatasan.
Negosiasi Masih BerlangsungPernyataan Gedung Putih muncul saat proses negosiasi antara Washington dan Teheran masih berlangsung dan belum mencapai kesepakatan final.
Sejumlah isu penting, termasuk program nuklir Iran dan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, masih menjadi fokus utama pembahasan kedua pihak.
Hingga saat ini belum ada kepastian mengenai hasil akhir perundingan tersebut, meskipun komunikasi diplomatik antara kedua negara terus berlangsung.




