Denpasar: Suhu udara di Bali kini terasa lebih dingin, pada malam hingga pagi hari. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengungkapkan massa udara dingin dari Australia mempengaruhi suhu udara di Bali.
“Benua Australia juga berada dalam periode musim dingin, dengan tekanan udaranya yang relatif tinggi sehingga terjadi pergerakan massa udara sifatnya dingin dari Australia menuju Indonesia melewati Bali dan sekitarnya,” kata Prakirawan BBMKG Wilayah III Wayan Gita Giriharta di Denpasar, Sabtu, 30 Mei 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Suhu Udara NTB Turun hingga 17,5 Derajat Celsius, Ini Penjelasan BMKG"Hal itu disebabkan oleh gerak semu tahunan matahari dan aktifnya monsun Australia. Pada periode itu posisi matahari berada di Belahan Bumi Utara (BBU), sehingga terjadi defisit penyinaran matahari untuk wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa, seperti Bali dan sekitarnya,” jelas dia.
Selain dipengaruhi negeri dengan ikon kanguru itu, suhu berbeda di Bali itu juga dipengaruhi langit yang cenderung cerah dengan sedikit tutupan awan. Kondisi itu, akan mengakibatkan panas radiasi matahari langsung dilepas ke atmosfer, sehingga udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari.
Ilustrasi Bali, dok Kemenparekraf
Sementara itu, berdasarkan prakiraan BBMKG Denpasar suhu udara minimum di Bali pada 30-31 Mei rata-rata mencapai 20 derajat hingga maksimum 32 derajat celcius. Suhu udara itu tercatat lebih rendah satu derajat apabila dibandingkan prakiraan pada satu pekan sebelumnya atau pada 23-24 Mei yakni rata-rata minimum 21 derajat hingga maksimum 32-34 derajat celcius.
"Sedangkan rata-rata suhu udara terendah di objek wisata di Bali diperkirakan mencapai 19-30 derajat celcius di Bedugul Kabupaten Tabanan dan Kintamani, Kabupaten Bangli pada 31 Mei 2026," ungkap dia.




