Jakarta (ANTARA) - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menggelar pembekalan dan bimbingan teknis (bimtek) anggota fraksi PDIP DPRD tingkat provinsi/kabupaten/kota se-Indonesia untuk memperkuat konsolidasi partai.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Djarot Saiful Hidayat di kawasan Jakarta Utara, Sabtu, mengatakan bahwa pelaksanaan bimtek tersebut terbagi dalam enam region agar lebih efektif karena jumlah anggota mencapai ribuan orang.
Region pertama, kata dia, diawali di DKI Jakarta. Kemudian, disusul di wilayah Kalimantan, Bali, Jawa Timur, dan wilayah lainnya.
“Yang terakhir nanti region enam akan dilakukan di Jayapura untuk seluruh teman-teman DPRD dan KSB (ketua, sekretaris, bendahara) se-Papua,” katanya.
Ia mengatakan bahwa bimtek ini akan digelar pada Sabtu (30/5) hingga Minggu (31/5). Pada hari ini, kegiatan akan diisi dengan nilai-nilai penguatan partai.
Selanjutnya, pada Minggu (31/5), acara akan diisi dengan kegiatan untuk membangun bonding atau keeratan dan kerja sama yang kuat antara ketua, sekretaris, serta bendahara DPC dan DPD PDIP.
“Oleh sebab itu, untuk teman-teman dewan yang ada di posisi KSB; ketua, sekretaris, bendahara, akan diadakan inbound untuk diklat khusus untuk membangun bonding itu,” katanya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengungkapkan bahwa di dalam bimtek, PDIP memperkenalkan lagu berjudul Bung Karno Bapak Marhaenisme.
Ia menjelaskan bahwa ideologi marhaenisme berasal dari seorang petani kecil di Bandung Selatan bernama Marhaen.
Ideologi tersebut, sambung dia, diangkat dalam lagu karena PDIP merupakan partai yang berorientasi pada masyarakat kecil.
“Karena PDI Perjuangan sebagai partai yang memang dibangun berbasis berorientasi kepada rakyat marhaen, rakyat kecil, kaum duafa, kaum tertindas, mereka-mereka yang miskin karena dieksploitasi oleh satu sistem sosial dan sistem politik,” ujar Djarot.
Adapun dalam kegiatan ini, tampak hadir sejumlah jajaran DPP PDIP seperti Andreas Hugo Pareira, Ribka Tjiptaning, Wiryanto Sukamdani, Darmadi Durianto, Yoseph Aryo Adhi Dharmo, Yuke Yurike, dan Sri Rahayu. Total lebih dari 600 orang peserta hadir dari seluruh Indonesia.
Baca juga: PDIP ucap terima kasih ke Presiden atas pujian yang disampaikan
Baca juga: Megawati-Dubes India bahas kedekatan kedua negara sejak era Soekarno
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Djarot Saiful Hidayat di kawasan Jakarta Utara, Sabtu, mengatakan bahwa pelaksanaan bimtek tersebut terbagi dalam enam region agar lebih efektif karena jumlah anggota mencapai ribuan orang.
Region pertama, kata dia, diawali di DKI Jakarta. Kemudian, disusul di wilayah Kalimantan, Bali, Jawa Timur, dan wilayah lainnya.
“Yang terakhir nanti region enam akan dilakukan di Jayapura untuk seluruh teman-teman DPRD dan KSB (ketua, sekretaris, bendahara) se-Papua,” katanya.
Ia mengatakan bahwa bimtek ini akan digelar pada Sabtu (30/5) hingga Minggu (31/5). Pada hari ini, kegiatan akan diisi dengan nilai-nilai penguatan partai.
Selanjutnya, pada Minggu (31/5), acara akan diisi dengan kegiatan untuk membangun bonding atau keeratan dan kerja sama yang kuat antara ketua, sekretaris, serta bendahara DPC dan DPD PDIP.
“Oleh sebab itu, untuk teman-teman dewan yang ada di posisi KSB; ketua, sekretaris, bendahara, akan diadakan inbound untuk diklat khusus untuk membangun bonding itu,” katanya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengungkapkan bahwa di dalam bimtek, PDIP memperkenalkan lagu berjudul Bung Karno Bapak Marhaenisme.
Ia menjelaskan bahwa ideologi marhaenisme berasal dari seorang petani kecil di Bandung Selatan bernama Marhaen.
Ideologi tersebut, sambung dia, diangkat dalam lagu karena PDIP merupakan partai yang berorientasi pada masyarakat kecil.
“Karena PDI Perjuangan sebagai partai yang memang dibangun berbasis berorientasi kepada rakyat marhaen, rakyat kecil, kaum duafa, kaum tertindas, mereka-mereka yang miskin karena dieksploitasi oleh satu sistem sosial dan sistem politik,” ujar Djarot.
Adapun dalam kegiatan ini, tampak hadir sejumlah jajaran DPP PDIP seperti Andreas Hugo Pareira, Ribka Tjiptaning, Wiryanto Sukamdani, Darmadi Durianto, Yoseph Aryo Adhi Dharmo, Yuke Yurike, dan Sri Rahayu. Total lebih dari 600 orang peserta hadir dari seluruh Indonesia.
Baca juga: PDIP ucap terima kasih ke Presiden atas pujian yang disampaikan
Baca juga: Megawati-Dubes India bahas kedekatan kedua negara sejak era Soekarno





