Jakarta, tvOnenews.com - Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menyebut zaman sekarang lebih parah dibandingkan era kepemimpinan Presiden ke-2 RI Soeharto.
Hal itu disampaikan saat memberikan pidato dalam acara Pembekalan dan Bimbingan Teknis Anggota Fraksi PDIP DPRD se-Indonesia di Hotel Novotel Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026).
Awalnya, Djarot mengatakan bahwa kondisi negara saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dia mengatakan Reformasi Jilid 2 dapat terjadi jika rakyat sudah benar-benar merasa marah.
“Saudara-saudara sekalian, ingat lho ya, reformasi ini karena Kudatuli. Dan sekarang ini, saya dengar-dengar nih, benar atau tidak, kondisi kita sedang tidak baik-baik saja. Betul enggak?” ujar Djarot.
“Hati-hati lho ya, kalau rakyat marah maka bisa terjadi Reformasi Jilid 2. Kalian siap? Siap? Siap bela rakyat? Siap bantu rakyat?” Lanjutnya.
Djarot menuturkan pada masa Orde Baru, musuh bersama rakyat Indonesia adalah Soeharto serta praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
“Di masa Orde Baru musuh bersamanya adalah siapa? Soeharto. Bukan Soeharto-nya sebetulnya, musuh bersamanya itu korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ungkapnya.
“Ingat yang ikut reformasi, selalu di dalam orasinya mengangkat masalah korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tambah Djarot.
Namun, dia menilai kondisi sekarang lebih parah dibandingkan masa Orde Baru. Djarot mengatakan kondisi rakyat saat ini bisa semakin miskin. Terlebih, dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah semakin naik.
Djarot menyebut meskipun rakyat di desa tidak menggunakan dolar, tetapi mereka akan merasakan dampak dari kenaikan harga bahan pokok.
“Sekarang lebih parah! Betul enggak? Hati-hati. Rakyat semakin miskin. Meskipun dolar, rakyat desa tidak menggunakan dolar, ya toh? Tapi dia pasti akan kena dampak, karena dolar naik gila-gilaan dan ini paling tinggi dari sejarah Indonesia,” pungkasnya. (saa)




