DPR Minta Penjelasan Resmi Soal Instruksi Pembelajaran Bahasa Prancis di Sekolah

idxchannel.com
15 jam lalu
Cover Berita

DPR berpendapat kebijakan pendidikan tidak boleh disusun secara tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan kesiapan sistem.

DPR Minta Penjelasan Resmi Soal Instruksi Pembelajaran Bahasa Prancis di Sekolah. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Komisi X DPR RI merespons pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menginstruksikan seluruh sekolah di Indonesia untuk mengajarkan Bahasa Prancis kepada siswa.

Instruksi tersebut disampaikan Presiden Prabowo di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron saat pertemuan di Istana Kepresidenan Élysée, Paris, Kamis (28/5) kemarin.

Baca Juga:
Prabowo Putuskan Bahasa Portugis Akan Diajarkan di Sekolah

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani mengatakan, pihaknya akan meminta penjelasan resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait kejelasan rencana tersebut dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR RI.

“Soal kejelasan wajib belajar Bahasa Prancis di sekolah, kami tentu akan meminta Kemendikdasmen menjelaskannya pada Raker dengan kami nanti. Karena sebelumnya juga sempat muncul wacana Bahasa Portugis, namun sampai sekarang belum terlihat tindak lanjut baik dari sisi roadmap, regulasi, maupun kesiapan implementasinya,” kata Lalu dikutip Sabtu (30/5/2026). 

Baca Juga:
Prabowo Instruksikan Sekolah di Indonesia Belajar Bahasa Prancis, DPR Akan Panggil Kemendikdasmen

Menurutnya, penguatan kemampuan bahasa asing memang penting dalam menghadapi tantangan global. Namun, kebijakan pendidikan tidak boleh disusun secara tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan kesiapan sistem pendidikan nasional.

“Kami memandang penguatan kemampuan bahasa asing memang penting. Namun, kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan kebutuhan nasional, kesiapan tenaga pendidik, kurikulum, dan manfaat nyata bagi peserta didik,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak dipersepsikan publik hanya sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional semata.

“Jangan sampai publik melihat kebijakan ini hanya sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional tanpa perencanaan pendidikan yang matang,” tegasnya.

Karena itu, Komisi X DPR RI akan memastikan lebih dahulu posisi kebijakan tersebut dalam agenda pendidikan nasional. Apabila kesiapan implementasi belum menyeluruh, maka penerapan pengajaran Bahasa Prancis sebaiknya dilakukan secara bertahap.

“Jika kesiapan belum menyeluruh, maka penerapannya sebaiknya dilakukan secara bertahap, sebagai mata pelajaran pilihan, atau program khusus di sekolah tertentu,” pungkasnya.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sambut 500 Tahun Jakarta, Pemprov DKI Siapkan Agenda Internasional Sepanjang 2027
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Muncul Diam-Diam di TC Timnas Indonesia, Siapa Sebenarnya Luke Vickery dan Mitchell Baker?
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Setelah Uji Klinis, Obat Batuk Berteknologi Nanogold Karya Unesa Bersiap Masuk Tahap Perizinan BPOM
• 14 jam laludisway.id
thumb
Wamendagri Ribka Ajak Papua Jemput Peluang Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045
• 17 jam laludisway.id
thumb
Pimpinan dan Guru Pesantren di Bima Ditangkap, Diduga Sodomi 10 Santri
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.