Jakarta: Kemandirian dan kesejahteraan desa, menjadi program pemerintah pusat. Hal tersebut didukung melalui beragam cara, salah satunya lewat hunian layak bagi warga.
"Dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman," kata Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 30 Mei 2026.
Hal tersebut diungkap Boy, dalam penyerahan kunci Rumah Layak Huni (RLH) sekaligus meluncurkan program EcoBiz Desa Sejahtera Astra Garut di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. Boy membeberkan harapan terkait hunian layak.
"Setiap rumah yang dibangun dapat menjadi ruang tumbuh bagi mimpi, harapan, dan kebersamaan, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat untuk hari ini dan masa depan Indonesia," kata Boy.
Baca Juga :
DLH Batam Rancang Pembangunan TPS Komunal di Setiap Perumahan, Ini AlasannyaAgenda penyerahan dan peluncuran ini dihadiri oleh Direktur Penyusunan Sistem Pembiayaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kementerian PKP RI R. Haryo Bekti Martoyoedo, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, serta Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat Isma Andini Prihati. Turut hadir Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB Handian Purwawangsa dan Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra Rahmat Samulo.
Pihaknya juga melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk pembangunan rumah bagi masyarakat binaan Desa Sejahtera Astra berikutnya di wilayah Garut.
Boy mengatakan pihaknya membangun 250 unit rumah layak huni yang tersebar di dua wilayah.
Rincian hunian, yakni 165 rumah di Kabupaten Banyumas dan 85 rumah di Kabupaten Garut. Khusus di Kabupaten Garut, penyerahan unit hunian ini difokuskan di empat wilayah, yaitu Desa Telaga Wangi, Desa Marga Mulya, Desa Jayamekar, dan Desa Cikandang.
Program hunian ini dirancang secara khusus untuk mendukung para petani Hutan Karbon Produktif yang berada di kawasan binaan. Agar, mereka dapat memiliki tempat tinggal yang lebih sehat dan aman.
Penyerahan kunci hunian layak. Foto: Media Indonesia
Bersamaan dengan program hunian, pihaknya meluncurkan EcoBiz Desa Sejahtera. Sebagai, motor penggerak ekonomi warga. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat pengolahan kopi terintegrasi yang menghubungkan langsung mata rantai produksi dari petani, koperasi, hingga ke tangan pembeli (buyer).
Proyek berskala besar ini melibatkan sekitar 3.000 petani lokal dengan total luas lahan garapan mencapai lebih dari 1.500 hektare. Kapasitas produksi dari kawasan ini ditargetkan mampu menghasilkan ratusan ton kopi berjenis green bean.
Kawasan itu juga dipersiapkan untuk pusat pembelajaran, destinasi wisata edukasi, hingga wadah kolaborasi lintas sektor.




