REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menyoroti peristiwa jalan amblas di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, baru-baru ini. Menurut dia, kejadian serupa itu sangat berpotensi terjadi di wilayah lain di Jakarta.
Rano mengungkapkan, terdapat sejumlah infrastruktur yang sudah berusia tua dan terletak di bawah tanah Ibu Kota. Ia menilai, insfrastruktur tua itu berpotensi untuk membuat jalan sekitarnya amblas.
Baca Juga
Sambut HUT Jakarta, Pemprov DKI Hapus Denda Pajak Kendaraan hingga 31 Agustus
Bukan Hanya Harga, Ini Faktor yang Tentukan Daya Saing Komoditas RI
Rice Vs Vitinha, Pertarungan Dua Komandan Lini Tengah di Final Liga Champions
"Mungkin saja terjadi sinkhole-sinkhole itu seperti (di Lenteng Agung)," kata dia di Pos Bloc, Jakarta Pusat, pada Sabtu (30/5/2026).
Ia mencontohkan, saat ini terdapat banyak pipa saluran air milik PAM Jaya yang berusia di atas 100 tahun. Bukan tidak mungkin, kondisi pipa demikian akan rapuh sehingga lelehan airnya menyebabkan tanah sekitar amblas.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Anda bisa bayangkan, usia 100 tahun pasti akan rapuh, kan? Jadi, jangan aneh kalau Jakarta akan terjadi, apa namanya, amblas seperti itu. Sangat mungkin di Jakarta bukan hanya di satu tempat," kata dia.
Rano Karno menegaskan, fenomena lubang runtuhan (sinkhole) tidak hanya terjadi di Jakarta. Sejumlah kota besar dunia juga pernah mengalami kejadian serupa akibat persoalan infrastruktur bawah tanah atau kondisi geologi perkotaan setempat.
"Thailand pernah terjadi. Tokyo juga pernah terjadi. Bahkan, di Thailand kasusnya cukup ekstrem karena di bawahnya ada MRT," ujar dia.
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan terus berupaya untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur bawah tanah. Hal itu dilakukan demi meminimalkan potensi tanah amblas, seperti yang sempat terjadi di Lenteng Agung.
Rano juga meminta masyarakat ikut mengawasi kondisi infrastruktur di lingkungannya masing-masing. Sebab, diakuinya, jumlah petugas untuk mengawasi kondisi insfrastruktur di Jakarta masih terbatas.
"Karena seperti teman-teman ketahui, PJLP kita di Bina Marga itu kekurangannya hampir 3.000 orang. Sementara untuk merekrut kita punya keterbatasan, misal seperti itu," tukas Wagub Rano Karno.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)