JAKARTA, KOMPAS.com - Tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) yang berada di dekat jalan ambles di Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dicabut pada Sabtu (30/5/2026).
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi sekitar pukul 17.20 WIB, tiang lampu berwarna putih yang sebelumnya berdiri di bahu jalan, berdampingan dengan sejumlah tiang utilitas lainnya, sudah tidak terlihat.
Seorang petugas di lokasi mengatakan tiang tersebut dicabut sebagai langkah antisipasi karena kondisi jalan ambles terus meluas dan berpotensi mengganggu kestabilan fondasi tiang.
Baca juga: Jalan Ambles di Lenteng Agung Meluas, Dua Lajur Ditutup Setelah Tanah dan Bebatuan Berjatuhan
Sementara itu, tiga dari enam tiang yang masih berdiri di sekitar lokasi terlihat diikat menggunakan tali merah.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Jalan Raya Lenteng Agung ambles sepanjang 16 meter, lalu lintas macet parah hingga Tanjung Barat sejak Jumat pagi.
Pengikatan dilakukan agar tiang-tiang tersebut tetap stabil dan tidak bergeser atau merosot ke area amblesan.
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang berjaga di lokasi mengatakan pencabutan tiang dilakukan pada Sabtu siang.
"Dicabut sekitar jam 14.00 WIB tadi oleh petugas SDA. Karena kondisi tanah di dekat situ terus tergerus dan dikhawatirkan membahayakan kalau tiangnya tetap berdiri," ujar petugas Dishub di lokasi, Sabtu.
Pekerja dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), Riski mengatakan pencabutan lampu dilakukan untuk mengurangi risiko keselamatan selama proses perbaikan saluran berlangsung.
"Untuk sementara memang dicabut dulu supaya aman. Kondisi tanah di bawahnya masih labil karena ada pekerjaan saluran dan aliran air di bawah jalan. Daripada berisiko roboh, kita amankan dulu," kata Riski.
Baca juga: Sehari Setelah Ambles, Jalan Lenteng Agung Jaksel Masih Macet Parah
Sebelumnya, petugas SDA menambahkan pelat baja untuk menutupi sisi kanan jalan yang terdampak.
Kendaraan yang melintas terpaksa berjalan perlahan dan bergantian melewati jalur sementara tersebut sehingga menyebabkan kemacetan panjang.
Di lokasi terlihat lubang galian besar dengan tanah di sekitarnya yang terus mengalami pengikisan akibat aliran air di bawah jalan.
Kondisi itu membuat area pekerjaan semakin luas dibandingkan saat pertama kali ambles pada Jumat pagi.
"Kondisi arusnya (air) makin kencang nih, ya kan. Kemudian saya dapat informasi bahwa tiang-tiangnya mulai tergerus gitu pondasinya," ujar Staf Satuan Pelaksana Bina Marga Jagakarsa, Febrian Ashar Haq di lokasi.