RINGKASAN BERITA:
- Jemaah haji Indonesia pengambil pilihan Nafar Tsani mulai digeser dari tenda Mina menuju hotel di Makkah sejak Sabtu pagi.
- Sebanyak 1.356 personel Satgas Mina disiagakan penuh di jalur krusial untuk mengawal keamanan sirkulasi kepulangan jemaah.
- Otoritas Kemenhaj mengimbau jemaah mengantisipasi potensi pengalihan arus lalu lintas dan kepadatan di sekitar area pemondokan Makkah.
Makkah (beritajatim.com) – Jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Tsani secara resmi mulai digerakkan keluar dari kawasan perkemahan Mina menuju hotel pemondokan masing-masing di Kota Makkah hari ini, Sabtu (30/5/2026).
Mobilisasi massal pada hari Tasyrik ketiga atau 13 Zulhijah 1447 H ini menandai tuntasnya seluruh fase kritikal operasional puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Pendorongan gelombang terakhir ini diaktifkan secara komando sejak pagi hari setelah jemaah menyelesaikan penyempurnaan wajib haji, yakni melontar tiga jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah).
Skema evakuasi akhir ini dikawal ketat demi menjamin sirkulasi kepulangan berjalan linier, aman, serta terhindar dari risiko penumpukan armada di jalur utama Mina.
“Alhamdulillah, setelah jemaah melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, serta melaksanakan lontar jumrah pada hari-hari Tasyrik, saat ini sebagian jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani melanjutkan penyempurnaan rangkaian ibadah dengan melaksanakan lontar jumrah pada hari Tasyrik ketiga,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha dalam siaran pers resmi di Mina, Sabtu (30/5/2026).
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, Sabtu sore, tenda-tenda maktab di Mina kini terpantau kosong total setelah kelompok Nafar Tsani bergegas menaiki bus syarikah. Kedisiplinan jemaah yang patuh mengosongkan area perkemahan sebelum matahari terbenam menjadi kunci utama mulusnya penutupan operasi maktab musim ini.
Ichsan melayangkan apresiasi tinggi atas tingginya tingkat kepatuhan jemaah dalam mengeksekusi jadwal melontar yang telah dirilis institusi. Ketepatan waktu pergerakan kloter ke Jamarat terbukti efektif memecah konsentrasi massa di koridor terowongan Mina.
“Kami mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani agar segera menuntaskan rangkaian lontar jumrah sesuai jadwal, kemudian kembali ke tenda masing-masing di Mina untuk bersiap mengikuti proses pergerakan menuju Makkah,” jabar Ichsan secara transparan.
Kesiapsiagaan 1.356 Petugas dan Mitigasi Pengalihan Jalur Bus
Guna mengamankan rute kepulangan jemaah menuju bus, Kemenhaj menyiagakan kekuatan penuh dari 1.356 Petugas Satgas Mina yang menempati pos-pos statis. Penjagaan dikunci pada titik-titik rawan genangan massa, mulai dari Jalan 616, Jalan 533 di depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, hingga gawang Terowongan Muaisim Turki.
Korps petugas di lapangan mengemban mandat vital untuk mengarahkan arus pejalan kaki jemaah Indonesia agar tetap berada di jalur aman. Langkah penertiban ini ditegakkan guna mencegah jemaah lansia mengambil jalan pintas ilegal yang berisiko mempertemukan mereka dengan arus berlawanan dari jemaah asing.
“Pos-pos tersebut bertugas mengarahkan jemaah haji Indonesia menuju Jamarat, membantu pengaturan arus saat pelaksanaan lontar jumrah, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan jemaah yang kembali dari Jamarat tetap berada pada jalur yang aman dan tidak mengambil jalan pintas yang berisiko,” terang Ichsan.
Memasuki area perkotaan Makkah, Kemenhaj mengingatkan para ketua kloter dan jemaah untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas yang sangat padat. Tingginya volume bus dari berbagai negara yang masuk secara bersamaan berpotensi memicu rekayasa pengalihan jalur transportasi oleh kepolisian setempat.
Jemaah diminta tetap tenang and sabar apabila bus pemondokan terpaksa menurunkan mereka di lokasi terdekat yang paling aman dari hotel akibat adanya penutupan jalan darurat. Di sisi lain, jemaah juga diimbau untuk terus mendisiplinkan konsumsi air putih guna memulihkan hidrasi tubuh dari paparan suhu panas Mina yang menyengat selama tiga hari terakhir.
“Kami kembali mengajak seluruh jemaah haji Indonesia untuk menjaga kekompakan, saling membantu, saling mengingatkan, dan saling menjaga. Semangat gotong royong dan ukhuwah menjadi bagian penting dalam mewujudkan ibadah haji yang aman, tertib, nyaman, dan penuh keberkahan,” pungkas Ichsan mengakhiri taklimat media. [ian/MCH]




