Fase Armuzna Selesai, Wamenhaj Pastikan Seluruh Tenda Mina Telah Kosong

beritajatim.com
1 jam lalu
Cover Berita

RINGKASAN BERITA: * Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan fase puncak ibadah haji (Armuzna) 2026 telah tuntas sepenuhnya.

Makkah (beritajatim.com) – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengumumkan bahwa seluruh rangkaian fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tahun 1447 H / 2026 M telah tuntas secara paripurna.

Seluruh gerbong jemaah haji Indonesia, baik pengambil pilihan Nafar Awal maupun Nafar Tsani, dilaporkan telah resmi meninggalkan Mina dan kembali ke hotel pemondokan masing-masing di Kota Makkah.

Kepastian berakhirnya operasional maktab tersebut disampaikan langsung oleh Wamenhaj usai memimpin peninjauan melekat terhadap proses evakuasi kloter terakhir jemaah Nafar Tsani. Skenario pendorongan akhir berjalan sukses berkat koordinasi trans-taktis armada bus syarikah yang responsif.

“Hari ini adalah keberangkatan jemaah haji yang melakukan Nafar Tsani. Ini merupakan rombongan terakhir, setelah kemarin jemaah Nafar Awal juga telah diberangkatkan. Artinya, seluruh jemaah kita yang telah menyelesaikan lontar jumrah, baik Nafar Awal maupun Nafar Tsani, sudah tuntas,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak di Mina, Sabtu (30/5/2026).

Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, Sabtu sore, sirkulasi pembersihan maktab rampung lebih cepat dari estimasi reguler.

Tepat pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS), korps pengawas memastikan perimeter perkemahan Indonesia steril, bersih (clear), dan terkunci rapat guna diserahterimakan kembali kepada otoritas muasasah lokal.

“Seluruh jemaah haji kita sudah meninggalkan Mina. Mina sudah clear dari jemaah-jemaah kita. Mereka kembali ke hotel dan bersiap untuk berkegiatan selanjutnya di Tanah Haram,” kata Dahnil memastikan ketiadaan jemaah mandiri yang tercecer.

Komitmen Evaluasi Transparan dan Permohonan Maaf Otoritas
Secara makro, Kemenhaj menilai pelaksanaan Armuzna musim ini menorehkan grafik kemajuan layanan serta reformasi tata kelola yang sangat signifikan jika dikomparasikan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kendati demikian, lini pertahanan internal negara menolak menutup mata terhadap dinamika komplain riil di lapangan.

Wamenhaj menegaskan bahwa seluruh catatan kritis terkait fluktuasi kenyamanan tenda di Arafah dan Mina, serta manajemen ruang mabit di Muzdalifah melalui skema murur, akan dibedah secara jujur sebagai bahan baku pembenahan sistemik. Atas dasar akuntabilitas publik tersebut, Kemenhaj melayangkan permohonan maaf terbuka kepada para jemaah.

“Kami atas nama Kementerian Haji dan Umrah memohon maaf. Selama puncak Armuzna tentu ada beberapa catatan, ada beberapa kesalahan, ada beberapa kekhilafan. Semua kekurangan itu menjadi tanggung jawab kami,” tutur Dahnil secara ksatria dan terbuka.

Di sisi lain, apresiasi mendalam dialamatkan kepada ratusan ribu jemaah haji reguler tanah air yang dinilai sangat kooperatif dan disiplin menaati rambu-rambu larangan melontar di jam krusial.

Keberhasilan operasional berskala raksasa ini diklaim mustahil terwujud tanpa adanya dedikasi fisik tanpa batas dari para petugas adhoc di lapangan dan kedisiplinan jemaah haji.

Penajaman Kesiagaan Jelang Fase Pemulangan
Pasca-gugurnya kewajiban mabit di Mina, fokus kerja Kemenhaj kini digeser penuh untuk mengawal fase hilir, yakni pemulangan jemaah ke tanah air yang dijadwalkan mulai bergulir pada 1 Juni esok lusa.

Seluruh aparatur kementerian dilarang mengendurkan tensi pengawasan dan diwajibkan mempertahankan sikap responsif, simpatik, serta empatik di koridor hotel Makkah.

Jemaah haji beserta jajaran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) diimbau untuk menahan diri dan tidak melakukan aktivitas fisik yang berlebihan di luar pemondokan, seperti berburu umrah sunah berkali-kali di bawah terik matahari.

Pembatasan ini krusial agar kebugaran biologis jemaah tetap prima dan tidak drop saat menghadapi pemeriksaan kargo bandara serta penerbangan panjang menuju tanah air.

“Kami mengimbau kepada KBIHU yang membawa jemaah, juga kepada seluruh jemaah, untuk tetap tertib. Tidak berlebihan melakukan kegiatan, agar kondisi kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke Tanah Air,” pungkas Dahnil mengakhiri taklimat media. [ian/MCH]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Tetapkan Bos Travel Hanania Jadi Tersangka Kasus Penipuan Umrah
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Pesona Tersembunyi Curug Tilu Leuwi Opat di Kaki Gunung Tangkuban Parahu, Destinasi Wisata Bandung
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hadapi Regresi Demokrasi, Masyarakat Sipil Mulai Mengonsolidasikan Diri
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Gunung Marapi erupsi semburkan kolom abu setinggi 2.000 meter
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Curi HP WNA Belanda di Stasiun Tanah Abang, Dua Bandit Jalanan Ditangkap
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.