6 Relawan WNI Ikut Global Sumud Land Convoy Tiba di RI

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Misi kemanusiaan jalur darat (land convoy) untuk rakyat Palestina yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2026 harus terhenti di tengah jalan. Meski gagal menembus perbatasan Rafah, enam Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi delegasi dalam misi tersebut akhirnya berhasil dipulangkan ke Tanah Air dalam kondisi sehat dan selamat.

Kedatangan keenam relawan ini disambut dengan suasana haru dan isak tangis kebahagiaan dari sanak keluarga yang telah menanti dengan cemas kepulangan mereka usai melalui proses diplomasi yang intensif.

Tertahan di Gurun dan Ancaman Milisi Bersenjata

Tim relawan darat yang bergerak mandiri membawa mandat kemanusiaan ini sempat tertahan berhari-hari di area tandus gurun perbatasan antara Libya Barat dan Libya Timur.

Berdasarkan rencana awal, misi jalur darat strategis ini dijadwalkan menempuh rute panjang dari Tripoli, menyeberang ke Mesir, hingga titik akhir penyaluran bantuan di pintu perbatasan Rafah. Namun, perjalanan tersebut diadang oleh milisi bersenjata serta blokade birokrasi yang sangat ketat di kawasan Libya Timur.

Baca Juga :

Tak Pandang Gender dan Asal Negara, Relawan Indonesia Ungkap Brutalitas Militer Israel
Selain menghadapi ancaman nyata berupa potensi sabotase truk bantuan di berbagai titik pemeriksaan (checkpoint), para relawan juga mendapat serangan psikologis. Mereka mengalami intimidasi melalui penyebaran video propaganda hoaks yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) guna melemahkan moral tim kemanusiaan.

Harapan Dukungan Negara Tetangga Palestina

Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia, Irfan Nugraha, menyayangkan banyaknya rintangan yang harus dihadapi oleh masyarakat sipil yang murni bergerak atas nama kemanusiaan. Ia membandingkan sulitnya jalur darat ini dengan insiden pencegatan armada laut di perairan internasional sebelumnya.

"Ini adalah murni misi kemanusiaan. Namun terjadi pembatasan-pembatasan yang luar biasa. Kalau kemarin di-intercept di perairan internasional antara Siprus dan Gaza, kali ini tertahan dan tidak diberikan izin di Libya Timur untuk memasuki Mesir," sesal Irfan.

Ke depannya, Irfan berharap adanya ketegasan dan keterbukaan dari negara-negara yang berbatasan langsung dengan wilayah konflik agar tidak mempersulit ruang gerak para relawan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sikapi Harga TBS Sawit Anjlok, Gubernur Sumbar Surati Bupati, Pabrik, hingga Asosiasi
• 21 jam lalukompas.id
thumb
Polisi Tahan Dirut PT Hanania Group soal Penipuan Umrah: 128 Korban Rugi Rp 12 M
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenhaj: Jamaah nafar tsani mulai bergerak dari Mina ke Makkah
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
PLN Normalkan 176 Gardu Induk, Sistem Kelistrikan Sumatera Berangsur Pulih
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Final Singapore Open 2026 Fajar/Fikri Vs Rankireddy/Shetty, Ini Rekor Pertemuannya
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.