Kapasitas pembangkit listrik tenaga batu baru secara global naik 3,5 persen pada 2025, didorong peningkatan di China dan India.
IDXChannel - Kapasitas pembangkit listrik tenaga batu baru secara global naik 3,5 persen pada 2025, didorong peningkatan di China dan India.
Dilansir dari AFP pada Sabtu (30/5/2026), angka tersebut berdasarkan laporan dari Global Energy Monitor (GEM) yang telah melacak pembangkit listrik tenaga batu bara selama lebih dari satu dekade.
Kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara di China tumbuh enam persen tahun lalu, tetapi produksi listriknya turun 1,2 persen.
Hal yang sama terjadi di India, di mana kapasitas tumbuh hampir empat persen, meskipun produksinya turun hampir tiga persen.
"Di kedua negara tersebut, banyak provinsi dan negara bagian yang memimpin pengembangan batu bara merupakan wilayah penghasil batu bara utama," kata Project Manager Global Coal Plant Tracker GEM Christine Shearer dan penulis laporan tersebut.
"Mereka memiliki insentif yang kuat untuk terus membangun pembangkit batu bara," katanya kepada AFP.
Batu bara merupakan kontributor utama emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global, dan penghapusan bertahapnya sangat penting untuk mengatasi perubahan iklim.
Meningkatnya keterjangkauan dan kelimpahan energi terbarukan berarti tenaga surya dan angin kini dapat memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat di dunia.
Hal itu membantu menurunkan produksi listrik dari batu bara secara global sebesar 0,6 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. (Wahyu Dwi Anggoro)





