tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terlihat menahan air mata saat lagu ciptaannya, "Surga di Tanah Papua", dinyanyikan.
Lagu ciptaan Dedi Mulyadi tersebut dinyanyikan dalam acara konferensi pembangunan Papua yang turut mengundang Gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi sendiri sudah mendapatkan undangan untuk menghadiri acara tersebut sejak sebulan yang lalu.
Di tengah kesibukannya, Dedi Mulyadi menepati janjinya untuk menjadi pembicara dalam konferensi tersebut demi membantu pembangunan Papua yang berlandaskan kearifan lokal masyarakat.
Uniknya, sebelum Dedi Mulyadi menyampaikan pidatonya, sebuah lagu dipersembahkan untuk seluruh peserta yang hadir.
Adapun lagu yang dinyanyikan adalah lagu ciptaan Dedi Mulyadi.
Lagu yang menggambarkan Tanah Papua tersebut pernah diunggah dalam kanal YouTube pribadi Dedi Mulyadi.
Kali ini, lagu Surga di Tanah Papua dilantunkan dengan penuh penghayatan sehingga mengundang gejolak emosi bagi yang mendengarkannya.
"Penyanyi saya enggak bisa meneruskan lagu karena rasa dan cintanya itu bersatu," ujar Dedi Mulyadi dalam kanal YouTube pribadinya, seperti dilansir tvOnenews.com.Sepanjang lagu ciptaannya dinyanyikan, Dedi Mulyadi terlihat tak kuasa menahan air mata.Wajahnya terlihat sedang menghayati kata demi kata yang terkandung dalam lirik lagu Surga di Tanah Papua.
Bahkan bukan hanya Dedi Mulyadi, peserta yang hadir pada saat itu juga larut dalam emosi karena memang liriknya begitu indah.
Para kepala daerah dan pejabat Papua terlihat begitu haru mendengarkan lagu ciptaan Dedi Mulyadi.
Lagu ini langsung mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah setelah selesai dinyanyikan.
Dedi Mulyadi kemudian menyampaikan pesan mendalam tentang pembangunan Papua yang menurutnya harus sejalan dengan kearifan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.
"Kalau Indonesia, kalau Papua, masyarakatnya terpisah dari alamnya, maka panahnya tak beracun lagi, maka larinya tidak akan keras lagi, maka tubuhnya tidak akan bisa lagi menghadapi malaria," kata Dedi Mulyadi.
Jangan sampai pembangunan justru merusak lingkungan dan masyarakatnya meninggalkan budaya yang selama ini dipegangnya.
Sama seperti yang dilakukan Dedi Mulyadi di Jawa Barat, berupaya membangun Jabar tetapi KDM tetap menjaga agar budaya serta lingkungan lestari.




