tvOnenews.com - Mantan rival Megawati Hangestri di Liga Voli Korea, Gyselle Silva, kembali menorehkan prestasi individu setelah sukses mengantarkan GS Caltex meraih gelar juara V-League musim 2025/2026.
Pevoli asal Kuba tersebut dikenal sebagai salah satu lawan terberat Megawati Hangestri saat bintang Indonesia itu masih membela Daejeon Red Sparks.
Terlebih lagi, keduanya sama-sama berposisi sebagai opposite hitter dan menjadi andalan utama tim masing-masing dalam mendulang poin.
- Kolase tvOnenews.com / KOVO
Selama dua musim terakhir, Silva konsisten berada di jajaran top skor Liga Voli Korea.
Sementara itu, Megawati yang dijuluki "Megatron" juga tampil impresif dan kerap meraih penghargaan MVP pertandingan berkat kontribusinya bagi tim asuhan Ko Hee-jin.
Pada musim 2025/2026, Silva berhasil membawa GS Caltex menjuarai V-League sekaligus menyabet gelar MVP final. Julukan "Cuban Express" semakin melekat setelah penampilannya yang luar biasa di partai puncak.
Ia mencetak 30 poin pada laga pertama, 35 poin di pertandingan kedua, dan 36 poin pada laga ketiga final. Sepanjang musim reguler, Silva tampil dalam 36 pertandingan dan mengoleksi 1.083 poin, sekaligus memecahkan rekor poin terbanyak dalam satu musim di kompetisi voli putri Korea Selatan.
Gyselle Silva Raih Penghargaan MVP April
Dilansir dari Newsis, Gyselle Silva kembali mendapatkan penghargaan setelah terpilih sebagai Pemain Paling Berharga (MVP) April dalam ajang MBN Women's Sports Awards 2026.
Panitia juri MBN Women's Sports Awards menjelaskan alasan pemilihan Silva sebagai pemenang penghargaan tersebut.
"Silva, yang memenangkan penghargaan MVP Musim Reguler dan Final Kejuaraan, memimpin timnya, GS Caltex, meraih kemenangan. Kami memilih Silva sebagai MVP karena menghasilkan hasil yang sangat baik dalam performa tim dan individu."
Penghargaan itu melengkapi musim gemilang Silva setelah sebelumnya juga meraih gelar MVP musim reguler berkat performa impresifnya, termasuk torehan 1.083 poin sepanjang kompetisi.
Performa Gyselle Silva bahkan meningkat di babak playoff. Ia mencatatkan lebih dari 30 poin dalam enam pertandingan beruntun dan menjadi motor utama di balik laju tak terkalahkan GS Caltex menuju gelar juara.




