Arteta Sebut PSG Sebagai Tim Terbaik di Dunia

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pelatih Arsenal Mikel Arteta mengakui Paris Saint-Germain (PSG) sebagai tim terbaik dunia setelah mengalahkan timnya untuk menjuarai Liga Champions musim 2025/2026. Arsenal gagal merengkuh trofi Liga Champions pertamanya setelah takluk 3-4 lewat adu penalti menyusul hasil imbang 1-1 selama 120 menit pada laga di Budapest, Sabtu, 30 Mei 2026.

"Saya mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya Luis (Enrique), karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia," kata Arteta setelah pertandingan seperti diwartakan TNT Sports, dilansir dari Antara, Minggu, 31 Mei 2026.

"Apa yang mampu mereka lakukan dengan bola dan aksi individual, saya belum pernah melihatnya. Bukan soal rencana bermain dalam situasi tertentu ketika tidak menguasai bola, tetapi mereka memaksa Anda bermain seperti itu. Jadi pujian lebih besar pantas diberikan kepada para pemain mereka,” tambah dia.

PSG memastikan gelar juara Liga Champions kedua secara beruntun setelah memenangkan babak adu penalti 4-3. Hasil tersebut menegaskan dominasi klub Prancis itu yang musim lalu juga menjuarai kompetisi ini.

Arteta mengaku kecewa setelah gagal membawa Arsenal mengangkat trofi Eropa. Pelatih asal Spanyol itu menilai timnya belum berada pada level yang sama dengan PSG, terutama dalam penguasaan bola dan kualitas permainan.

Tim PSG. Foto: psg.fr
 

Baca Juga:  Hasil Pertandingan PSG Vs Arsenal, Drama Adu Penalti Final Liga Champions 2026

Sepanjang pertandingan, Arsenal memang lebih banyak berada di bawah tekanan. The Gunners mencatat penguasaan bola di bawah 25 persen dan dipaksa bertahan menghadapi gempuran bertubi-tubi dari PSG.

Namun, Arsenal memimpin lebih dulu lewat gol cepat Kai Havertz sebelum Ousmane Dembele menyamakan kedudukan melalui penalti pada babak kedua. Gol tersebut membuat PSG menyamai rekor 45 gol dalam satu musim Liga Champions.

Arteta juga menyoroti keputusan wasit yang tidak memberikan penalti kepada Arsenal saat Noni Madueke dijatuhkan dalam situasi skor masih imbang 1-1. Namun, dia memilih menerima hasil akhir dan menegaskan timnya tetap harus berkembang bila ingin menjuarai Liga Champions di masa depan.

Final ini menjadi penampilan kedua Arsenal dalam partai puncak Liga Champions setelah terakhir mencapai tahap yang sama 20 tahun lalu ketika kalah dari Barcelona di Paris. Dalam hampir tujuh tahun menangani Arsenal, Arteta sukses mengembalikan klub London itu ke papan atas sepak bola Inggris hingga menjuarai Liga Inggris setelah penantian 22 tahun.

Meski begitu, dia menilai masih ada pekerjaan besar yang harus dilakukan untuk bersaing di level tertinggi Eropa. "Perkembangan yang kami alami dalam beberapa tahun terakhir harus kami ulangi lagi karena level kompetisi meningkat setiap musim," ujar Arteta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banjir Terjang Manado, 747 Jiwa Mengungsi
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Iran Resmi Pindahkan Base Camp ke Meksiko
• 16 jam laluberitajatim.com
thumb
Seskab Teddy dan Mensos Bahas Rencana Sekolahkan 1.000 Anak Kurang Mampu
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Rayakan Waisak, Ribuan Umat Buddha Datangi Candi Borobudur
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Potret serukan dukungan bagi musik Indonesia di Java Jazz 2026
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.