Belum Jadi Ibu Kota RI, IKN Sudah Diguyur Uang Investor Segini

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sejumlah warga melihat langsung perkembangan Ibu Kota Nusantara di berbagai ruang publik. (Dok. Humas Otorita IKN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan pembangunan IKN jalan terus hingga saat ini. Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan Jakarta adalah Ibu Kota Indonesia.

Keberlanjutan pembangunan IKN kian ditopang oleh kepercayaan investor melalui nilai investasi yang telah mencapai Rp72,39 triliun. Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti pembangunan Nusantara tidak berhenti seiring dengan menuju hidupnya ekosistem perkotaan.

Baca: Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota RI, Otorita IKN Ungkap Hal Tak Terduga

"Total angka estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia, caranya adalah dengan bersama-sama kita membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (31/5/2026).


Saat ini, total estimasi investasi di Ibu Kota Nusantara terdiri dari investasi swasta murni sebesar Rp60,29 triliun, serta fasilitas publik dan penugasan Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp12,10 triliun. Secara keseluruhan, telah terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 65 pelaku usaha yang masuk dalam investasi swasta murni, serta 15 penugasan kepada K/L.

Sejumlah warga melihat langsung perkembangan Ibu Kota Nusantara di berbagai ruang publik. (Dok. Humas Otorita IKN) Foto: Sejumlah warga melihat langsung perkembangan Ibu Kota Nusantara di berbagai ruang publik. (Dok. Humas Otorita IKN)

Komposisi investasi tersebut juga menunjukkan keterlibatan pelaku usaha nasional dan internasional. Dari total 75 PKS, sebanyak 11 PKS berasal dari investor asing dengan 8 perusahaan dari 6 negara, yaitu Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura, sedangkan 64 PKS lainnya berasal dari pelaku usaha dalam negeri. Kehadiran investasi ini terlihat pada berbagai sektor, mulai dari hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga, hingga fasilitas komersial.

Di sisi lain, aktivitas perekonomian juga mulai tumbuh di kawasan Nusantara, termasuk melalui bisnis makanan, minuman, dan usaha penunjang kebutuhan masyarakat lainnya, baik bagi pekerja maupun pengunjung yang beraktivitas di kawasan Nusantara. Salah satu contoh perkembangan ekosistem bisnis di IKN terlihat dari masuknya pelaku usaha merek ternama, yaitu Roti'O. Hadirnya entitas bisnis ini menjadi salah satu contoh bagaimana pelaku usaha melihat peluang jangka panjang di Nusantara.

Baca: De Jong Datang Langsung dari Belanda ke IKN, Beri Komentar Tak Terduga

Merespons hal tersebut, Troy menambahkan bahwa investasi yang masuk memberikan sinyal bahwa para investor mulai membaca IKN sebagai pasar masa depan.

"Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota," tutupnya.


(wur/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Ibu Kota Geser ke IKN, Jakarta Berambisi Jadi ASEAN Hub

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Kebiasaan yang Bisa Membuat Rekan Kerja Langsung Menghormatimu
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Trump Disebut Ragukan Vance Jadi Penerusnya
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Nova Arianto Sambut Tantangan di Grup A Piala AFF U-19 2026, Fokus Timnas Indonesia U-19 Bukan Sekadar Gelar Juara
• 10 jam lalubola.com
thumb
Gunung Semeru Erupsi, Letusan Setinggi 1 Kilometer di Atas Puncak
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dedi Mulyadi Soroti Sampah di Bandung yang Kian Menumpuk, DLH Segera Angkut Ribuan Ton Sampah dari 4 TPS Berbeda
• 56 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.