Menag Ajak Momen Hari Raya Waisak Perkuat Menebarkan Kebajikan

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha menjadikan peringatan Hari Tri Suci Waisak sebagai momentum memperkuat komitmen menebarkan kebajikan, mempererat persaudaraan, dan menjaga perdamaian dunia.

Tema Waisak 2026 yang mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” relevan dengan kondisi dunia saat ini.

Menurut Menag, Dharma tidak hanya dipahami sebagai ajaran keagamaan, tetapi juga menjadi pedoman hidup yang menuntun manusia untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran, moralitas, dan kebijaksanaan.

“Dharma bukan sekadar ajaran, melainkan pelita kehidupan yang menuntun manusia untuk tetap teguh dalam nilai-nilai kebenaran, moralitas, kebijaksanaan serta di tengah dinamika zaman. Termasuk menjaga perdamaian dunia,” ujar Menag dalam pesan Hari Tri Suci Waisak di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Baca juga: Waisak 2026, Ribuan Narapidana Terima Remisi Khusus

Menag menjelaskan semangat menjaga perdamaian dunia sejatinya berawal dari hati setiap individu.

Karena itu, nilai cinta kasih menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, bahkan kehidupan dunia.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin setiap warga negara dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya dengan aman, tenang, dan penuh khidmat.

“Saya memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan penuh khidmat. Pada saat yang sama, merawat harmoni adalah tanggung jawab kita bersama sebagai sesama anak bangsa,” ujar dia.

Baca juga: Apa Makna Air Berkah di Umbul Jumprit Saat Waisak?

Menurutnya, seluruh agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.

Karena itu, kehidupan beragama harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Agama hadir untuk memanusiakan manusia. Kebijaksanaan yang diajarkan dalam Buddha selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi kehidupan bersama. Cinta kasih harus terus menjadi pondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa,” ujar Menag.

Menag berharap peringatan Hari Tri Suci Waisak tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk menciptakan kehidupan yang rukun, menjaga persatuan bangsa, dan mewujudkan perdamaian dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Pulang Bawa Kerja Sama Rp61,25 Triliun dari Prancis
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
WNA Terlibat Penyelundupan Satwa Liar, 11 Sanca Hijau Papua Disita di Bekasi
• 16 jam laludetik.com
thumb
Puncak HLUN 2026, Lansia di NTT Antusias Ikuti Layanan Kesehatan Gratis
• 4 jam laludetik.com
thumb
"Sudah Gemetar Saja", Ketakutan Korban Kebakaran Tambora Saat Api Muncul Kembali
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Kesaksian Pekerja Soal WN Korea Selatan Tewas Diduga Dibunuh di Bekasi | KOMPAS PETANG
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.