JAKARTA, KOMPAS.com – Pemilik Wedding Organizer (WO) Marwah, RM dan ER, mengakui uang dari calon pengantin digunakan untuk membayar gaji karyawan serta vendor di cabang WO Marwah Bandung yang disebut bangkrut pada 2024.
Pengakuan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara pihak terduga pelaku dan sembilan pasangan calon pengantin korban WO Marwah yang dimediasi Polres Metro Jakarta Timur.
"Kita juga tanyakan uang-uangnya itu ke mana? Kalau kata dia sih untuk gali lubang tutup lubang. Karena kan dia sempat bangkrut cabang di Bandung katanya di 2024," ujar Aldy (32), salah satu korban WO Marwah saat dihubungi Kompas.com, Minggu (31/5/2026).
Baca juga: Bos WO Marwah Sempat Kabur, Jual HP Istri hingga Motor Saat Dikejar Polisi
"Jadi uang korban untuk gaji-gaji karyawannya sama (bayar) vendor. Infonya seperti itu," tambahnya.
Dalam pertemuan itu, RM dan ER juga mengakui kondisi keuangan perusahaan sedang tidak stabil.
Meski demikian, ER sempat menyatakan akan mengganti kerugian seluruh korban yang berjumlah 58 pasangan.
ER berjanji pengembalian dana dilakukan dalam waktu enam bulan.
Namun, saat ditanya soal jaminan pembayaran, ER menyebut tidak ada aset khusus yang bisa dijadikan pegangan.
"Dia (ER) bilang enggak ada jaminan, paling cuma aset dia yang di Rorotan itu. Itu cuma berupa dekor, piring-piring, alat masak, semua itu aja sih sama busana," jelas Aldy.
Baca juga: Buron Kasus WO Marwah, Pasutri Ini Ditangkap di Bandung Barat
Para korban menilai penjelasan tersebut tidak meyakinkan karena dinilai berbelit-belit. Bahkan menurut Aldy, pihak kepolisian juga menilai keterangan keduanya tidak konsisten.
Aldy menambahkan, pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. Para korban kemudian menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada Polres Metro Jakarta Timur.
Ditangkap PolisiSebelumnya, Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur menangkap pemilik WO Marwah yang diduga melakukan penipuan terhadap puluhan calon pengantin.
"Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur berhasil mengamankan owner Wedding Organizer (WO) Marwah yang diduga melakukan tindak pidana penipuan terhadap para calon pengantin," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal melalui akun resmi TikTok pribadinya, dikutip Kompas.com, Minggu (31/5/2026).
Berdasarkan data kepolisian, terdapat 58 calon pengantin yang diduga menjadi korban. Dari jumlah itu, dua pasangan tetap melangsungkan pernikahan, namun tanpa fasilitas sesuai kesepakatan, sementara 56 pasangan lainnya gagal menikah.
Dari 24 korban yang telah terdata, total kerugian sementara mencapai sekitar Rp 2.658.885.000 dan masih berpotensi bertambah.
Baca juga: Pemilik WO Marwah Ditangkap, Total 58 Calon Pengantin Jadi Korban
Polisi masih mendalami modus serta membuka peluang laporan tambahan dari korban lain.
"Kamu tahu enggak, pernikahan itu sakral. Tetapi kamu melakukan ini dengan modus penipuan. Itu tega. Perbuatanmu keji. Kamu berbohong terus, kamu," kata Alfian dalam pertemuan dengan terduga pelaku.
Kasus ini juga menjadi sorotan publik setelah video pertemuan korban dan pihak terduga pelaku beredar di media sosial.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




