Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M Qodari, membantah kabar mengenai Presiden Prabowo yang membatalkan kunjungannya ke Italia. Dia menjelaskan, kunjungan Prabowo yang sudah terjadwal hanya ke Prancis.
"Yang pertama, sejak awal tidak ada statement Pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Yang kedua, jadwal resmi memang hanya ke Prancis," kata Qodari di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5).
Qodari menyebut, mengenai negara tujuan lain yang selama ini beredar baru hanya sebatas rencana. Belum ada keputusan resmi mengenai hal itu.
Terkait kunjungan Prabowo ke Prancis, Qodari menjelaskan, hal itu sebenarnya sudah lama diungkapkan oleh Menlu Sugiono. Kunjungan ini merupakan balasan atas kunjungan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada 2025 lalu.
Dalam kunjungan ke Prancis tersebut, menurut Qodari, ada beberapa target kerja sama yang ingin dicapai. Mulai dari sektor pertahanan, pendidikan, dan energi.
"Di luar itu dapat ditambahkan bahwa memang kita semua mengetahui bahwa ada hubungan personal yang sangat kuat antara kedua kepala negara," ucap dia.
"Dan kita tahu bahwa modal sosial itu tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan modal-modal yang lain, baik itu modal ekonomi maupun modal politik dalam hal membangun hubungan baik dan kerja sama antarnegara," lanjutnya.
Dia menyebut, Prabowo merupakan figur yang unik. Sebabnya, Prabowo bisa memiliki hubungan baik dengan berbagai kepala negara adidaya.
"Beliau punya hubungan yang baik dengan Presiden Putin dari Rusia, dengan Presiden Donald Trump dari Amerika Serikat, maupun dengan Xi Jinping dari RRC. Semua ini tentu kita rasakan manfaatnya dalam konteks situasi dan kondisi pada hari ini maupun pada konteks masa depan," tutur Qodari.





