Anne Hathaway Cerita Perjuangannya Lawan Katarak Dini 

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Hollywood Anne Hathaway mengungkapkan dia pernah berjuang melawan katarak dini (early-onset cataract) selama satu dekade. Hal itu disampaikan dalam podcast The New York Times, di mana aktris berusia 43 tahun tersebut menceritakan dampak serius katarak terhadap penglihatannya.

Bintang "The Devil Wear Prada 2" itu menceritakan bahwa katarak dini membuat fungsi penglihatan mata kirinya menurun drastis. "Saya menderita katarak dini, dan itu sangat memengaruhi penglihatan saya.

Baca Juga
  • Ahli Gizi: Protein dan Aktivitas Fisik Kunci Hidup Sehat
  • Jangan Sepelekan Kesehatan Saluran Cerna Anak
  • Jangan Ragu Makan Daging Kambing! Ini Manfaatnya untuk Kesehatan

Pada dasarnya secara hukum saya dianggap buta pada mata kiri. Akhirnya saya menjalani operasi," kata dia dilansir dari Hindustan Times, Ahad (31/5/2026).

Aktris tersebut mengaku baru menyadari seberapa parah kondisi tersebut setelah menjalani operasi dan mendapar kembali kemampuan melihatnya dengan jelas. "Saya tidak menyadari betapa parahnya kondisi itu sampai saya akhirnya dapat melihat seluruh spektrum dengan jelas lagi. Sekarang saya sudah lebih tenang. Saya tidak menyadari bahwa itu sebenarnya membebani sistem saraf saya," jelas Hathaway.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Setelah penglihatannya pulih, ia mengaku sangat bersyukur dapat kembali melihat dengan jelas setiap hari. la juga menyebut kemajuan dunia medis sebagai sebuah keajaiban yang memungkinkannya kembali melihat.

"Saya suka berpikir mungkin dua generasi sebelum saya, hal seperti ini mungkin tidak akan menjadi pilihan bagi penderita katarak dini seperti saya. Jadi saya merasa bisa melihat lagi seperti sekarang adalah sebuah keajaiban," kata Hathaway.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-Detik 3 Astronaut China Kembali ke Bumi Setelah 7 Bulan di Luar Angkasa
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Senja, cangkrukan, dan ingatan kota
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Bumi Karsa Rampungkan Pembangunan Enam Sekolah di Jakarta
• 9 jam laluterkini.id
thumb
Menhan AS: Blokade Laut di Selat Hormuz Masih Berlaku!
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Bicara di Forum Eurasia, Presiden Kirgizstan Singgung Soal Perjanjian Perdagangan dengan Indonesia
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.