Di Balik Kunjungan Berulang Prabowo ke Perancis, Membaca Arah Misi Pegasus 2026

kompas.id
10 jam lalu
Cover Berita

Di Istana Elysee, Paris, Kamis 28/5/2026), Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan rencana untuk menggelar latihan militer gabungan antara militer Perancis dengan Indonesia dalam misi Pegasus 2026. Latihan itu direncanakan akan berlangsung pada September 2026 mendatang.

Hal itu dikatakan Macron dalam pidato bersama Presiden Prabowo Subianto. Macron mengatakan, Perancis bermaksud untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang pertahanan. Kerja sama tersebut telah berjalan, termasuk melalui pengiriman jet tempur Rafale untuk Indonesia.

Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo memproyeksikan bahwa kekuatan Perancis dan Eropa akan semakin kukuh di masa depan di tengah dunia yang multipolar.

”Kami ingin melihat peran Perancis dan Eropa semakin kuat, semakin kukuh, sehingga kita bisa kerja sama dalam keadaan dunia yang multipolar. Kami yakin bahwa keadaan multipolar itu akan membawa keadaan seimbang dan akan mendukung perdamaian dunia,” ujar Prabowo.

Misi Pegasus

Misi Pegasus atau Pégase adalah sebuah operasi pengerahan angkatan udara di kawasan Indo-Pasifik yang dilakukan sejak 2018 oleh Angkatan Udara dan Angkasa Perancis. Mengutip laman Kementerian Angkatan Bersenjata dan Veteran Perancis, misi Pegasus bertujuan untuk menunjukkan kemampuan Perancis untuk melakukan intervensi dengan cepat dan efektif jika terjadi krisis geopolitik.

Dalam misi Pegasus, militer Perancis akan melakukan latihan bersama dengan negara-negara sekutu dan negara mitra. Semisal, pada misi Pegasus 2024, angkatan udara dan angkasa Perancis (AAE) memobilisasi pasukannya bersama dengan jet tempur Typhoon yang dioperasikan angkatan udara Inggris, Jerman, dan Spanyol.

Baca JugaUsai Misi Pegasus 2023, Enam Rafale Singgah di Lanud Halim Perdanakusuma

Mereka menempuh jarak sekitar 45.000 kilometer (km) dengan melintasi tiga benua selama 50 hari. Untuk melaksanakan misi itu, mereka didukung pesawat A330 Multi-Role Tanker Transport (MRTT) untuk pengisian bahan bakar di udara. Selain itu, pesawat angkut taktis A400M dikerahkan untuk mengangkut teknisi dan peralatan ke berbagai wilayah operasi.

Sementara, pada misi Pegasus 2022, angkatan udara Perancis melakukan rangkaian misi jarak jauh ke wilayah Perancis di Pasifik, seperti Kaledonia Baru dan Perancis Polynesia. Sebagian dari pesawat tempur Perancis dalam misi itu turut terlibat dalam Pitch Black, latihan perang dua tahunan yang diselenggarakan angkatan udara Australia. Indonesia juga terlibat dalam Pitch Black.

Bagi Indonesia, misi Pegasus bukanlah hal baru. Angkatan Udara Perancis tercatat pernah  singgah di Indonesia, yakni pada 2018, 2022, 2023, dan 2024. Dalam setiap kesempatan, Perancis selalu memboyong jet tempur andalannya, Rafale. Dalam kesempatan itu, Angkatan Udara Perancis melakukan kegiatan diplomasi pertahanan dan kerja sama dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Berbagai latihan

Di sisi lain, militer Indonesia dengan militer Perancis telah beberapa kali berlatih bersama di berbagai matra. Pada Maret 2023, prajurit dari kelompok taktis Brigade Lapis Baja Ringan ke-6 Angkatan Darat Perancis berlatih bersama Batalyon Infanteri 328 bertajuk Garuda Guerrier 2023 di Cilodong, Depok.

Latihan serupa juga terjadi dalam ajang Garuda Guerrier 2025 yang diselenggarakan di Markas Yonif 321 Galuh Taruna, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Mei 2025. Selain berlatih bersama mengenai strategi militer, ajang tersebut juga membangun persahabatan kedua pihak.

Di matra laut, Indonesia pernah berpartisipasi dalam latihan La Perouse yang diselenggarakan Angkatan Laut Perancis di Selat Malaka, Sunda, dan Lombok, pada Januari 2025. Ketiganya merupakan selat utama yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik.

Baca JugaSuper Garuda Shield: Dari Bahasa Isyarat Berlanjut Menjadi Sahabat

Selain Perancis, total terdapat 13 kapal dari 8 negara yang berpartisipasi dalam latihan itu, yakni Australia, Kanada, India, Indonesia, Malaysia, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat. Mengutip Naval news, beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain latihan penggeledahan, latihan pendaratan dan lepas landas helikopter, sampai saling berkunjung dan bertukar informasi.

Indonesia juga menyelenggarakan latihan militer bersama negara lain, yakni Garuda Shield. Jika awalnya hanya melibatkan Indonesia dan AS, pada edisi Super Garuda Shield 2025, ajang tersebut melibatkan sekitar 6.500 personel militer dari 13 negara peserta, serta belasan negara pengamat.

Lainnya adalah Exercise Komodo yang diselenggarakan oleh TNI Angkatan Laut (TNI AL). Latihan maritim internasional tersebut fokus pada kerja sama maritim dan bantuan kemanusiaan.

Baca JugaMultilateral Naval Exercise Komodo di Makassar Diikuti Angkatan Laut 36 Negara

Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi) Rizal Darma Putra berpandangan, dalam ajang latihan militer bersama Perancis, militer Indonesia dapat mempelajari bagaimana suatu alutsista digunakan oleh negara produsen. Ini penting karena Indonesia baru-baru ini membeli dan menggunakan alutsista produksi Perancis, yakni Rafale.

Transfer pengetahuan

Selain itu, militer Indonesia dapat mempelajari bagaimana melakukan koordinasi atau kerja sama dalam suatu operasi militer atau dalam suatu pengerahan pasukan. Tentu saja, diharapkan dalam proses itu terjadi transfer pengetahuan tidak hanya dalam penggunaan alutsista, namun terlebih mengenai bagaimana sebuah operasi militer digelar.

Dalam misi Pegasus, Perancis menunjukkan kapasitasnya dalam pengerahan kekuatan udara di lokasi yang jauh. Dalam hal ini, militer Indonesia semestinya dapat mempelajari strategi pengerahan tersebut karena hal itu bukan perkara yang sederhana.

Baca JugaPasukan Katak TNI AL Tingkatkan Kemampuan Operasi Bersama Navy Seal

Di sisi lain, secara politis kegiatan latihan militer bersama juga dapat menjadi ajang untuk menyampaikan efek gentar kepada pihak tertentu. Dalam misi Pegasus, Perancis ketika melakukan latihan bersama indonesia dinilai juga memiliki maksud serupa.

"Saya melihat Perancis punya kepentingan untuk membangun pengaruh di wilayah yang berada jauh dari negaranya, yakni di Asia Pasifik. Siapa yang dikirim pesan deterrence itu? Saya lihat China. Nah ini yang perlu dipikirkan, apakah Indonesia menyadari ini atau tidak," tutur Rizal.

Menurut Rizal, pesan politik tidak bisa dilepaskan dari suatu latihan militer bersama. Salah satu yang mudah dilihat adalah tidak ikutnya satu atau dua negara tertentu dalam sebuah latihan gabungan, semisal, dalam ajang Garuda Shield, China tidak terlibat.

Dunia, sambung Rizal, sekarang ini sedang menuju tatanan multipolar atau tidak ada satu kekuatan yang mendominasi. Dalam konteks itu, banyak negara yang mulai merebut pengaruh atau berpengaruh di tatanan global, termasuk Perancis.

Rizal pun menyarankan agar Indonesia juga mengambil strategi penyeimbang, semisal melakukan latihan bersama China. "Sebagai penyeimbang supaya kita tidak terlihat bagian dari operasi kepentingan dari negara barat atau dalam hal ini Perancis. Kita harus berdiri secara netral dan bebas aktif," ujar Rizal.

Baca JugaKaleidoskop 2025, Diplomasi Keliling Dunia ala Prabowo

Pada akhirnya, Misi Pegasus 2026 bukan sekadar unjuk kekuatan jet Rafale di langit Nusantara atau rutinitas latihan militer biasa. Di balik deru mesin pesawat tempur yang akan memecah kesunyian pada September mendatang, ada harapan besar tentang keseimbangan baru yang sedang dirajut. Akankah kedekatan Jakarta dan Paris ini akan membentuk lanskap perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik yang dinamis?


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Final Singapore Open 2026: Misi Fajar/Fikri Raih Gelar Kedua
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Bus Shalawat Kembali Beroperasi 24 Jam, Layani Mobilitas Jamaah Haji Indonesia di Makkah
• 39 menit lalupantau.com
thumb
Way Kambas Kembali Dibuka, Saatnya Jelajahi Hutan hingga Susur Sungai
• 16 jam lalukompas.id
thumb
Sah! Ekspor Sawit, Batu Bara, dan Ferro Alloy Lewat PT DSI Mulai Besok
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BRI Salurkan Bantuan 1.000 Paket Sembako bagi Umat Buddha, Tebar Kasih dan Kepedulian di Hari Raya Waisak 2026
• 17 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.