Perbaikan Jalan Ambles di Lenteng Agung Capai 70 Persen, Pemkot Jaksel Fokus Pulihkan Saluran Air

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Jalan ambles yang mengganggu mobilitas warga di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, ditargetkan segera pulih. Pemerintah Kota Jakarta Selatan menganggarkan sekitar Rp 380 juta untuk memperbaiki saluran air yang menjadi penyebab kerusakan tersebut.

Hingga Minggu (31/5/2026), proses perbaikan masih berlangsung. Meski demikian, arus lalu lintas di lokasi mulai berangsur normal. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpantau sudah dapat melintas melalui jalur yang sebelumnya ambles.

Lubang besar yang sempat menganga di badan jalan kini telah ditutup menggunakan pelat baja (steel plate). Pelat tersebut difungsikan sebagai jalur sementara agar kendaraan tetap dapat melintas selama pekerjaan perbaikan berlangsung.

Di sekitar lokasi, sejumlah petugas dari Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta masih berjaga guna mengatur lalu lintas dan memastikan keselamatan pengguna jalan. Petugas juga masih mengoperasikan alat berat berupa ekskavator.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo, mengatakan, fokus pekerjaan saat ini adalah memperbaiki saluran di bawah badan jalan agar fungsi ruas jalan dapat segera dipulihkan. Fungsi jalan ditargetkan kembali normal pada Senin (1/6/2026), sementara seluruh pekerjaan dituntaskan dalam dua pekan.

”Lalu lintas ditargetkan sudah clear pada Senin, sehingga sudah tidak macet lagi," kata Santo, Minggu (31/5/2026).

Ia menjelaskan, pekerjaan prioritas meliputi pemasangan gorong-gorong berbentuk kotak atau box culvert serta pemulihan konstruksi jalan sepanjang sekitar 10 meter. Pengerjaan tersebut telah berlangsung sejak dua hari lalu.

Setelah pemasangan box culvert rampung, petugas akan melanjutkan proses pemadatan tanah dan pengecoran jalan untuk mengembalikan kekuatan struktur badan jalan.

Santo menjelaskan, anggaran sebesar Rp 380 juta digunakan untuk seluruh tahapan pekerjaan hingga perbaikan selesai. Namun, tingginya volume kendaraan yang masih melintas menjadi salah satu tantangan di lapangan.

Baca JugaAkses Jakarta-Tangerang Ambles di Jalan Daan Mogot

Selain memperbaiki saluran yang amblas, Sudin SDA Jakarta Selatan juga berkoordinasi dengan pemilik utilitas terkait sejumlah tiang dan jaringan kabel yang terdampak pekerjaan. Perbaikan fondasi utilitas akan dilakukan setelah pemasangan turap selesai.

Santo menilai perlu evaluasi dan pengecekan terhadap saluran-saluran lama yang berada di bawah jalan, terutama saluran melintang atau crossing yang telah berusia puluhan tahun.

”Memang harus ada pengecekan kembali karena banyak crossing yang usianya mungkin sudah lebih dari 25 tahun,” katanya.

Pengecekan tersebut akan dilakukan bersama instansi terkait, termasuk Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, mengingat banyak infrastruktur saluran berada di bawah ruas jalan umum.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang sempat terjadi selama proses perbaikan. Santo berharap pekerjaan utama dapat selesai sesuai target sehingga aktivitas lalu lintas di kawasan Lenteng Agung kembali berjalan normal.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Selatan, Iwan Santoso, menyebut perbaikan ruas Jalan Lenteng Agung Timur yang ambles telah mencapai sekitar 70 persen.

”Perbaikannya baru sekitar 70 persen, karena masih ada tahap pengecoran dan pembersihan jalan,” kata Iwan.

Ia menjelaskan, di titik jalan yang ambles telah dipasang sembilan unit box culvert. ”Kalau untuk pemasangan box culvert ini sudah 90 persen, karena tinggal satu lagi,” ujarnya.

Baca JugaLubang Menganga di Lenteng Agung
Kerusakan saluran air

Kepala Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono, menjelaskan amblesnya jalan pada Kamis (28/5) malam disebabkan kerusakan saluran penghubung dari kawasan Universitas Indonesia menuju Kali Ciliwung. Saluran yang sudah tua dan tidak lagi mampu menahan beban itu terus tergerus aliran air hingga akhirnya mengalami kerusakan dan menyebabkan badan jalan ambles.

Menurut Sartono, kerusakan terjadi pada crossing hong atau saluran bawah tanah berukuran sekitar 3 meter yang berada tepat di bawah jalan. Struktur tersebut telah keropos karena usia.

Bagian saluran yang rusak memiliki kedalaman dan lebar sekitar 3 meter dengan panjang terdampak mencapai 16 meter. Untuk mencegah kerusakan bertambah parah, petugas memasang pelat baja di atas area amblas sehingga kendaraan tetap bisa melintas selama proses perbaikan.

Ia juga menjelaskan derasnya aliran air yang terlihat di bawah jalan amblas berasal dari air yang sebelumnya tertahan akibat saluran yang rusak. Setelah sebagian box culvert terpasang dan jalur air kembali terbuka, air yang sempat menumpuk di bagian hulu mulai mengalir menuju hilir.

”Saat saluran rusak, aliran air tertahan sehingga terjadi penumpukan di bagian atas. Setelah box culvert dipasang dan saluran mulai terbuka, air yang sebelumnya tertahan itu kembali mengalir sehingga terlihat cukup deras,” ujar Sartono.

Setelah pemasangan seluruh box culvert selesai dan fungsi saluran kembali normal, Suku Dinas SDA Jakarta Selatan akan berkoordinasi dengan Sudin Bina Marga Jakarta Selatan untuk melakukan pengaspalan ulang. Tahap tersebut menjadi langkah terakhir sebelum kondisi Jalan Raya Lenteng Agung pulih sepenuhnya dan dapat digunakan secara normal oleh masyarakat.

Warga Jakarta Selatan, Arif (34), berharap perbaikan jalan amblas di kawasan Lenteng Agung dapat segera rampung. Ia mengaku aktivitas sehari-hari menjadi sedikit terganggu akibat kondisi jalan yang masih dalam proses perbaikan.

Arif mengatakan, saat melintas di sekitar lokasi, pengendara harus lebih berhati-hati dan memperlambat laju kendaraan.

”Kalau bisa, (perbaikan) cepat selesai, jadi enggak harus pelan-pelan lagi lewat sini,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai perbaikan saluran di bawah jalan juga harus dilakukan secara benar dan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali serta tidak menimbulkan risiko bagi pengguna jalan.

”Perlu juga pengecekan pada ruas jalan lain yang memiliki kondisi serupa. Hal ini penting untuk mencegah potensi kerusakan di titik-titik lain yang belum terdeteksi sejak awal,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Emiten Ritel Otomotif (MPMX) Tebar Dividen Rp 451 Miliar, 97% Laba Bersih 2025
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
6 Tips OOTD untuk Petite Agar Tubuh Terlihat Lebih Jenjang dan Proporsional
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Menebar Kasih dan Kepedulian di Hari Raya Waisak 2026, BRI Salurkan Bantuan 1.000 Paket Sembako bagi Umat Buddha
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Fase Mina Berakhir, Jemaah Nafar Tsani Mulai Kembali ke Hotel di Makkah
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Demi Bertahan di AS Roma, Paulo Dybala Rela Potong Gaji Ekstrem hingga 60 Persen
• 21 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.