Grid.ID - Aksi pemerasan pada mobil berpelat B di kawasan Dago kini menjadi sorotan. Dedi Mulyadi sebut pelaku telah diamankan polisi.
Aksi pemerasan pada mobil berpelat B di kawasan Dago kini tengah menjadi sorotan. Bagaimana reaksi Dedi Mulyadi?
Terbaru, aksi pemerasan mobil berpelat B di kawasan Dago jadi sorotan. Dedi Mulyadi menyebut jika pelaku telah diamankan polisi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap aksi pemalakan yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan setelah muncul video viral yang memperlihatkan dugaan pemalakan terhadap pengendara mobil berpelat B di kawasan Dago, Kota Bandung.
Insiden tersebut terjadi di Jalan Ir. H. Djuanda Gang Dago Timur, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, seusai pertandingan terakhir Persib Bandung melawan Persijap Jepara pada Sabtu (23/5/2026) malam.
Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, tampak seorang pria menghentikan sebuah mobil berpelat B yang sedang melintas dan diduga meminta sejumlah uang kepada pengemudinya.
Menanggapi kejadian tersebut, Dedi menyatakan telah berkomunikasi dengan Kapolda Jawa Barat guna memastikan kasus itu segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.
"Saya sampaikan mengenai kasus pemalakan premanisme di Kota Bandung di Dago, saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat," ujar Dedi dikutip dari Instagram @dedimulyadi71.
Pelaku Telah Diamankan
Mantan Bupati Purwakarta tersebut menyampaikan bahwa terduga pelaku telah berhasil diamankan oleh aparat kepolisian dan kini menjalani proses pemeriksaan di Polsek Coblong.
"Pelakunya sudah diamankan di Polsek Coblong," katanya.
Dedi juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan pemalakan maupun aksi premanisme terhadap siapa pun, termasuk kepada pendatang atau warga dari luar daerah yang berkunjung ke wilayah Jawa Barat.
"Seluruh warga Jawa Barat, jangan coba-coba melakukan pemalakan premanisme pada siapa pun, baik warga Jawa Barat maupun luar warga Jawa Barat yang berkunjung ke Jawa Barat," tegasnya.
Menurut Dedi, pemerintah dan aparat penegak hukum akan bertindak tegas terhadap pelaku premanisme agar kebiasaan tersebut tidak terus terjadi.
"Saya sampaikan, kita tidak akan segan-segan untuk memproses hukum agar kebiasaan buruk ini segera dihentikan," tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat mencari penghasilan dengan cara yang baik dan halal.
"Berusahalah dengan baik, masih terbuka cari rezeki yang halal dengan kerja keras. Dibanding bergaya preman, mengganggu ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan orang," ucap Dedi.
Gubernur pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang bergerak cepat menangani kasus tersebut.
"Saya ucapkan terima kasih pada Polsek Coblong, kemudian Poltabes Bandung yang telah menangani masalah ini dengan cepat," pungkasnya. (*)
Artikel Asli




