Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengawali masa pemerintahannya dengan sangat baik. Setidaknya itulah gambaran yang tampak dari hasil penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
BPK memberi predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) setelah melakukan audit terhadap penggunaan APBD Jember tahun 2025.
Gus Fawait bersama sejumlah pejabat menerima langsung dokumen laporan hasil pemeriksaan di kantor BPK Perwakilan Jawa Timur, Jumat, 29 Mei 2026 malam.
Menurut Gus Fawait, capaian WTP bukan semata-mata karena dirinya. Melainkan buah dari kerja kolektif pegawai di lingkungan Pemkab Jember.
Terlebih, WTP diraih di tahun pertama Gus Fawait menjabat Bupati Jember dan berhasil mempertahankan predikat audit yang sama di tahun 2024 sebelumnya.
"Momen membanggakan. Pemkab Jember kembali berhasil meraih opini WTP. Alhamdulillah, kita bersama-sama mempertahankan WTP," ucapnya.
Gus Fawait mewanti-wanti agar seluruh pejabat dan aparatur di bawahnya tidak euforia berlebihan, sehingga kembali lengah.
Berkaca dari catatan perjalanan yang pernah terjadi di Pemkab Jember, predikat audit naik turun. Bahkan, sempat menuai opini level terendah berupa disclaimer karena saking banyaknya temuan yang bersifat materiil.
Bupati berusia 38 tahun itu sedikit membuka bahwa terdapat sejumlah temuan BPK saat mengaudit penggunaan APBD 2025. Meskipun temuan-temuan itu telah ditindaklanjuti, namun bagi dia tetap menjadi peringatan yang penting.
"Kami berkomitmen menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil pemeriksaan secara serius dan tepat waktu. Ini bagian upaya meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah dan pelayanan ke masyarakat," tegas Gus Fawait.
Gus Fawait menginginkan kinerja pejabat dengan performa yang konsisten. Dalam pandangannya, belanja keuangan daerah tidak hanya rapi di atas kertas.
Lebih dari itu, Gus Fawait menyebut, setiap rupiah dana yang digunakan harus tepat sasaran sehingga berdampak pada kehidupan rakyat Jember.
APBD Jember rata-rata berkisar di angka Rp4 triliun. Setelah dikurangi alokasi untuk belanja pegawai, tersedia ruang fiskal yang cukup besar bagi pembiayaan terhadap program terkait layanan dasar masyarakat.
Gus Fawait menyampaikan apresiasi kepada BPK Jawa Timur yang menerbitkan rekomendasi-rekomendasi untuk memperbaiki tata kelola Pemkab Jember. Dia juga berterima kasih atas dukungan pengawasan dari DPRD.
Gus Fawait menutup sambutan dengan ajakan menjadikan momentum WTP sebagai pemacu semangat inovasi, peningkatan pelayanan publik, dan penjagaan integritas demi kemakmuran masyarakat.
Penyerahan dokumen laporan hasil pemeriksaan dilakukan oleh Kepala BPK Perwakilan Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin dan disaksikan Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, dan Pj Sekda Jember Achmad Imam Fauzi.





