Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era yang jatuh pada Minggu (31/5). Ia mengatakan, momentum ini harus dijadikan sebagai upaya mempererat persatuan bangsa.
"Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia atas nama pribadi dan atas nama pemerintah mengucapkan selamat Hari Raya Waisak 2.570 Buddhist Era kepada seluruh umat Buddha Indonesia dan seluruh umat Buddha di berbagai penjuru dunia," kata Prabowo dalam video yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo mengatakan, Waisak merupakan momentum suci untuk mengenang kelahiran, pencapaian, pencerahan, dan wafatnya Sidarta Gautama, Sang Buddha.
Menurutnya, nilai yang terkandung dalam perayaan Waisak mengajarkan tentang pentingnya kebijaksanaan, kasih sayang, pengendalian diri, serta pengabdian kepada sesama manusia.
"Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar karena keberagamannya. Kita memiliki latar belakang suku, agama, budaya, dan tradisi serta adat yang berbeda-beda. Namun kita dipersatukan oleh cita-cita yang sama, yaitu membangun Indonesia yang damai, yang adil, makmur, dan sejahtera," tutur Prabowo.
Prabowo menambahkan, semangat Waisak tahun ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memperkuat persaudaraan, menebar kebaikan, mengedepankan dialog, dan menjaga kerukunan.
"Di tengah berbagai tantangan dunia yang penuh ketidakpastian, bangsa Indonesia harus tetap teguh menjaga persatuan dan optimisme. Kita harus terus bekerja keras, saling membantu, dan bergotong royong untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," ucap dia.
"Saya yakin dan percaya bahwa nilai-nilai welas asih, toleransi, dan kebijaksanaan yang diajarkan dalam ajaran Buddha akan semakin memperkokoh karakter bangsa Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan perdamaian," lanjutnya.
Prabowo mengatakan, "marilah kita jadikan peringatan Hari Raya Waisak ini sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan nasional, memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama."





