KINSHASA, KOMPAS.TV - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan sebanyak lima pasien Ebola dengan varian langka dilaporkan telah sembuh.
Hal itu menjadi pertama kalinya penderita Ebola varian Bundibugyo yang terkonfirmasi dan terdokumentasi bisa sembuh.
Kondisi tersebut diungkapkan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat menghadiri pembukaan pusat perawatan Ebola di Bunia, Ibu Kota Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Minggu (31/5/2026).
Baca Juga: Israel Duduki Kastil Bersejarah Lebanon, Netanyahu: Kita Perluas Cengkeraman yang Dikuasai Hizbullah
“Empat orang akan dipulangkan hari ini dan satu orang telah dipulangkan dua hari yang lalu,” ujar Tedros dikutip dari Associated Press.
“Tentu saja, kami masih berupaya mengembangkan vaksin dan pengobatan, tetapi itu tidak berarti bahwa orang tidak dapat sembuh dari Ebola.”
Pada Jumat (29/5/2026), WHO mengatakan seorang pasien telah pulih dari Ebola varian Bundibugyo. Padahal, hingga saat ini belum ada pengobatan atau vaksin yang disetujui pada varian tersebut.
WHO mengatakan pihak berwenang telah melaporkan sebanyak 134 kasus terkonfirmasi di Kongo dan negara tetangganya, Uganda. Termasuk 18 kematian terkonfirmasi hingga 29 Mei.
Salah satu pasien Ebola yang sembuh, Baraka Bulambulu, mengatakan anggota komunitas takut tertular penyakit yang tidak diketahui dari mereka, menjaga jarak saat mengantarkan makanan dan obat-obatan.
Ia mengatakan ketidakpastian itu sangat besar, karena ia dan pasien lain percaya mereka mungkin meninggal tanpa mengetahui penyakit apa yang mereka derita.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Associated Press
- who
- ebola
- sembuh
- varian bundibugyo
- tedro adhanom ghebreyesus





