Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menilai perkembangan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menunjukkan hasil positif setelah mengikuti proses pembelajaran selama lebih dari sembilan bulan melalui program pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Penilaian tersebut disampaikan seusai Acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden untuk Membangun SDM Menuju Kemandirian Ekonomi dalam rangka Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Menurut Saifullah Yusuf, penampilan siswa yang ditunjukkan dalam acara tersebut mencerminkan keberhasilan kepala sekolah dan para guru dalam mendidik peserta didik selama menjalani program.
Ia menilai para siswa kini tampil lebih percaya diri dan lebih optimistis dalam memandang masa depan mereka.
Keberhasilan tersebut didukung oleh berbagai fasilitas pendidikan yang diberikan selama proses belajar, mulai dari pembelajaran terstruktur, makanan bergizi, teknologi pembelajaran, perpustakaan, hingga laboratorium pendukung kegiatan belajar mengajar.
Program Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas.
Program tersebut juga memberikan kesempatan belajar kepada anak-anak yang putus sekolah, tidak bersekolah, maupun yang sebelumnya belum pernah mengenyam pendidikan.
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari kelompok masyarakat rentan.
Para siswa juga memperoleh berbagai dukungan yang dibutuhkan untuk menjalani proses belajar mengajar secara lebih optimal.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti turut mengapresiasi penampilan siswa SRMP 19 Kupang.
Amalia mengaku terharu melihat perkembangan para siswa yang sebagian besar berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Ia menilai para siswa mampu menunjukkan penampilan yang baik sekaligus memiliki cita-cita besar untuk masa depan mereka.
Menurut Amalia, pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam proses seleksi siswa menjadi salah satu faktor yang membuat Program Sekolah Rakyat lebih tepat sasaran bagi keluarga prasejahtera.
Ia juga menyoroti perubahan signifikan yang terjadi pada para siswa setelah menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat dibandingkan kondisi mereka sebelum mengikuti program.
Program Sekolah Rakyat dinilai berhasil meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan, serta harapan masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui dukungan pendidikan yang lebih lengkap dan tepat sasaran.




