Rupiah Melemah, Wamen Ni Luh Sebut Jadi Daya Tarik Pariwisata RI

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai rontoknya nilai tukar rupiah  rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat saat ini justru menjadi daya tarik wisatawan datang ke Indonesia. 

Dia di Kabupaten Badung, Sabtu kemarin, menilai dengan kurs rupiah saat ini maka wisatawan akan memilih Indonesia untuk dikunjungi, bahkan untuk berwisata dalam waktu lebih lama.

Baca Juga :
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, Manajemen Gratiskan Masuk Ancol Mulai 8 Juni
Dampak Konflik Timur Tengah Mulai Picu Lonjakan Biaya Umrah dan Haji

“Iya kami melihat ini (pelemahan rupiah) menjadi satu peluang bagi Indonesia bahwa ini akan membuat Indonesia memiliki daya tarik yang lebih bagi wisatawan,” kata Wamenpar dalam pameran perjalanan wisata Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026.

Untuk memanfaatkan peluang ini, Kementerian Pariwisata sedang menggencarkan promosi agar semakin banyak wisatawan datang. Mereka melakukan misi penjualan dan mengikuti berbagai pameran dengan harapan semakin meningkatkan jumlah kunjungan ke Indonesia.

“Jadi saya rasa bahwa situasi yang ada ini menjadi suatu peluang bagi Indonesia bahwa Indonesia menjadi memiliki daya tarik yang lebih untuk dikunjungi dengan lama tinggal yang bisa lebih lama begitu dari biasanya, luar biasa,” ujar Ni Luh Puspa.

Jika dilihat lebih jauh, ia mengatakan pelemahan rupiah ini berkaitan dengan dinamika geopolitik dan konflik di Timur Tengah. Namun selama Januari hingga Maret 2026, Kementerian Pariwisata melihat situasi kepariwisataan masih terjaga dengan jumlah kunjungan yang meningkat dibanding triwulan 2025.

Harapannya, pada triwulan kedua 2026 nanti, Bank Indonesia dapat mencatatkan hasil positif pula dari sisi kunjungan dan devisa pariwisata.

Untuk menambah kunjungan wisman di tengah situasi global ini, Wamenpar mengajak pelaku usaha pariwisata mulai mengubah pasar, dari yang sebelumnya mentargetkan negara jarak jauh, kini memperkuat kunjungan dari negara-negara tetangga.

“Perkuat bagaimana agar short-haul dan medium-haul ini bisa mengalami peningkatan, tentu ini menjadi substitusi dari pasar Eropa maupun pasar Amerika dan Timur Tengah yang mengalami penurunan akibat situasi geopolitik,” ujarnya.

“Tapi kalau kami lihat dari angka triwulan pertama, memang terlihat bahwa wisatawan dari yang medium-haul dan short-haul ini mengalami peningkatan, tapi beberapa Timur Tengah ini mengalami penurunan,” sambung Ni Luh Puspa.

Baca Juga :
Wajah Donald Trump Berpeluang Muncul di Uang Pecahan Baru 250 Dolar AS
Yen Jepang Babak Belur Lagi, Pasar Tunggu Aksi Besar Bank Sentral
Investor Borong Mata Uang Asia, Yuan China Melesat saat Dolar Loyo

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenpar dan BPJPH Terbitkan 31.548 Sertifikat Halal untuk UMKM di Desa Wisata
• 9 menit lalupantau.com
thumb
WN Jerman Dijambret di Surabaya, Polisi Buru Pelaku
• 2 jam laludetik.com
thumb
LMI Invasi Daerah Defisit Daging dan Pesisir Malang Untuk Salurkan Kurban
• 21 jam laluberitajatim.com
thumb
Ancam Lapor Polisi, Inul Daratista Bikin Penyebar Hoaks Harta Kekayaannya Panik dan Minta Dimaafkan
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Wilayah RI ini Genting-Bisa Tenggelam, Menteri Sampai Beri Peringatan
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.