Prabowo Akui Rakyat Cuma Jadi Penonton di Negeri Kaya Raya: Terlalu Lama Sumber Daya Kita Dinikmati di Luar Negeri

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama puluhan tahun belum sepenuhnya menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat.

Meski memiliki kekayaan alam melimpah dan menjadi produsen berbagai komoditas strategis dunia, manfaat ekonomi yang dinikmati masyarakat dinilai masih belum optimal.

Baca Juga :
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Kantor Kemenlu, Dihadiri JK hingga Megawati Soekanorputri
Istana Pastikan Prabowo Bakal Melayat Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Sebelum Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin 1 Juni 2026

Menurut Prabowo, tantangan utama Indonesia saat ini bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi, melainkan memastikan pembangunan berjalan sesuai nilai-nilai Pancasila dan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh rakyat.

“Salah satu tantangan besar bangsa Indonesia hari ini adalah memastikan bahwa pembangunan ekonomi kita benar-benar berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” kata Prabowo.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa melihat kondisi ekonomi nasional secara jujur, termasuk mengakui berbagai kelemahan yang masih dihadapi.

“Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri. Kita mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi,” ujarnya.

Prabowo menilai capaian pertumbuhan ekonomi selama ini perlu dievaluasi dari sisi pemerataan manfaatnya kepada masyarakat.

“Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata? Sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil? Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang,” tuturnya.

Dia kemudian menyoroti besarnya kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Ia menyebut Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar berbagai komoditas strategis yang menjadi tulang punggung industri modern dan teknologi global.

“Kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Kita sudah mengerti kekayaan kita luar biasa. Kita adalah salah satu produsen-produsen terbesar komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern, yang dibutuhkan oleh teknologi tinggi,” katanya.

Prabowo menyebut sejumlah komoditas unggulan Indonesia seperti tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, nikel, batu bara, kelapa sawit, hingga berbagai hasil pertanian strategis.

“Kita salah satu produsen terbesar, mineral-mineral penting, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang. Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel, komoditas-komoditas pertanian lainnya yang sangat penting. Dan sekarang kita sudah swasembada pangan, di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap,” ujarnya.

Baca Juga :
Dino Patti Djalal Kritik Prabowo Sering ke Luar Negeri, Istana Bilang Begini
Hari Raya Waisak, Prabowo: Mari Perkuat Persaudaraan Nasional
Istana: Presiden Prabowo Punya Hubungan Baik dengan Trump, Putin, dan Xi Jinping

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terjebak Sepekan di Gua Banjir Laos, Lima Penambang Emas Berhasil Dievakuasi
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Sekawan Limo 2", komedi terukur dan potensi lahirkan banyak cerita
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Tim SAR temukan satu korban wisatawan terseret ombak Pantai Payangan
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Mensos sebut pembangunan Sekolah Rakyat di Kupang capai 75 persen
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Respons Keluhan Emak-emak, Polisi Musnahkan 5 Rakit PETI di Sungai Kuantan
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.