Sekjen PDIP Hasto Ingatkan Sikap Kritis Masyarakat Wujud Cinta Tanah Air

liputan6.com
3 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Sekjen PDIP atau Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta agar aparat penegak hukum tak melakukan pembungkaman terhadap kelompok-kelompok kritis di Indonesia.

Ia menyatakan, kritik merupakan elemen penting dalam kehidupan demokrasi dan harus dipandang sebagai bentuk kepedulian warga negara terhadap bangsa.

Advertisement

BACA JUGA: Ketua DPC Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam, Sekjen Minta Kader Tidak Terpancing

Hal ini disampaikan Hasto dalam amanatnya saat memimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Hari Lahir Pancasila yang digelar di Halaman Parkir Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (1/6/2026).

"Sikap kritis adalah tanggung jawab politik setiap warga negara Indonesia karena rasa cinta kepada tanah air. Sikap kritis tidak bisa dihadapi dengan represi," ujar Hasto, Senin (1/6/2026).

Dia mengatakan, PDIP mencermati berbagai kekhawatiran yang berkembang di masyarakat sipil terkait menyempitnya ruang kritik. Hasto berujar bahwa negara tidak boleh merespons pandangan kritis masyarakat dengan cara-cara yang berpotensi membatasi kebebasan sipil.

"PDI Perjuangan sangat mengkhawatirkan terhadap menguatnya militerisme. Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis sebagaimana sering disuarakan oleh masyarakat sipil akhir-akhir ini," ucap Hasto.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Almarhum Ryamizard Ryacudu
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Hari Libur Nasional, Ini Jadwal Operasional SIM Keliling 1 Juni 2026
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Test Pack Positif? Ini yang Perlu Dilakukan setelah Mengetahui Kehamilan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Duka Kemhan Melepas Jenderal Ryamizard Ryacudu yang Tutup Usia
• 9 jam laludetik.com
thumb
Bagaimana Ideologi Pancasila Menghadapi Tantangan Terkini?
• 7 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.