Bisnis.com, JAKARTA – Emiten logistik milik taipan ritel Djoko Susanto, PT Trimitra Trans Persada Tbk. (BLOG) atau B-Log menargetkan penambahan 200-300 unit armada pada 2026. Perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp200-Rp300 miliar sembari mempertahankan utilisasi armada sekitar 90%.
Di sisi pergudangan, BLOG terus mempercepat ekspansi cold storage sebagai bagian dari strategi rantai pasokan terintegrasinya. Fasilitas cold storage Bandung telah beroperasi sejak Oktober 2025, sementara fasilitas di Boyolali dan Bitung diperkirakan mulai beroperasi pada kuartal kedua 2026, diikuti Makassar dan Pontianak yang diproyeksi pada semester kedua tahun ini.
Dengan penambahan tersebut, jaringan gudang BLOG diperkirakan akan tumbuh dari 15 menjadi 19 fasilitas pada akhir 2026. Perusahaan telah mengalokasikan Rp200 miliar khusus untuk pembangunan empat fasilitas tersebut.
Analis BCA Sekuritas, Jesselyn Kristanto dalam risetnya memproyeksikan kinerja laba bersih perseroan akan meningkat dalam dua tahun ke depan, sejalan dengan ekspansi yang dilakukan perseroan.
"Kami memproyeksikan laba bersih 2026/2027 mencapai Rp153 miliar/Rp187 miliar, atau masing-masing tumbuh 6,1% YoY dan 22,1% YoY, didukung oleh ekspansi ekosistem logistik nasional, pertumbuhan jaringan gudang, serta penguatan kapabilitas 3PL perseroan," ujarnya dalam riset, dikutip Minggu (1/6/2026).
Sementara dari sisi top line, BCA Sekuritas memproyeksikan pendapatan perseroan tahun ini akan meningkat 10,5% YoY menjadi Rp1,47 triliun, kemudian menjadi sebesar Rp1,61 triliun atau tumbuh 9,9% YoY pada 2027.
Baca Juga
- Trimitra Trans Persada (BLOG) Ungkap Strategi Kembangkan Cold Chain
- Didorong 3PL Cold Chain, Trimitra Trans (BLOG) Cetak Pertumbuhan Laba Dobel Digit pada 2025
- Trimitra Trans (BLOG) Pede Raup Cuan di 2025, Intip Strateginya
Dalam rapor keuangan triwulan pertama 2026, BLOG membukukan pendapatan bersih sebesar Rp357,5 miliar atau meningkat 16,5% YoY, meskipun secara kuartalan turun 4,2% QoQ. Sedangkan, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp36,6 miliar, tumbuh 25,5% YoY.
Jesselyn mencatat, gross profit margin BLOG turun dari 20,6% pada kuartal IV/2025 menjadi 18,2% pada kuartal I/2026, atau dari 18,9% pada kuartal I/2025. Kompresi margin kotor terutama disebabkan oleh melonjaknya harga pokok pendapatan sebesar 17,4% YoY menjadi Rp292,5 miliar, didominasi oleh segmen biaya jasa outsourcing dan biaya bahan bakar yang keduanya menyumbang 57% dari total harga pokok pendapatan.
Sementara di sisi bottom line, net profit margin kuartal I/2026 meningkat menjadi 10,2% dari 9,5% pada kuartal I/2025 dan kuartal IV/2025.
"Meskipun profitabilitas kuartal I/2026 berada di bawah ekspektasi akibat tekanan margin dari kenaikan biaya bahan bakar dan jasa outsourcing, kami tetap mempertahankan pandangan positif terhadap BLOG seiring model bisnisnya yang semakin scalable dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang didukung oleh meningkatnya kebutuhan logistik serta ekspansi jaringan," tandasnya.
____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





