Ketua KPI: Industri Penyiaran Tak Boleh Berjuang Sendiri Hadapi Disrupsi

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah, menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026). Upacara sakral ini dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berserta Wapres Gibran Rakabuming Raka, dan seluruh jajaran kabinet kementerian dan pimpinan lembaga negara.

Mengusung tema 'Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia', Ubaidillah menegaskan momentum ini harus menjadi pelecut bagi industri penyiaran nasional untuk memperkuat perannya dalam internalisasi nilai-nilai luhur dasar negara.

Advertisement

Dalam pernyataannya usai mengikuti upacara, Ubaidillah menyampaikan bahwa sejalan dengan tema tahun ini, lembaga penyiaran memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga frekuensi publik agar tetap menyiarkan konten yang merekatkan persatuan bangsa di tengah kemajemukan.

"Pancasila sebagai pemersatu bangsa harus menjadi roh dari setiap produk siaran yang dinikmati masyarakat, dari Sabang sampai Merauke. Di sinilah peran krusial penyiaran, yaitu membumikan nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial ke dalam ruang keluarga Indonesia melalui tayangan yang edukatif dan inspiratif," ujar Ubaidillah.

Lebih lanjut, Ketua KPI Pusat menyoroti bahwa misi mulia internalisasi nilai Pancasila tersebut kini dihadapkan pada tantangan industri yang tidak mudah. Di tengah era disrupsi digital dan pergeseran media, industri penyiaran nasional memerlukan keberpihakan serta dukungan konkret dari semua pihak guna memperkuat ekosistemnya.

Ubaidillah menekankan bahwa penguatan ekosistem penyiaran yang sehat dan berkarakter tidak dapat dibebankan kepada lembaga penyiaran saja. Diperlukan kolaborasi menyeluruh yang melibatkan pemerintah dan regulator, untuk hadir dengan regulasi yang adaptif, protektif terhadap industri lokal, dan adil bagi semua pelaku media.

Lembaga penyiaran (televisi dan radio), yang konsisten memproduksi konten berkualitas tinggi yang menjunjung etika, tanpa terjebak semata pada arus komersialisme atau rating.

Dukungan masyarakat luas juga sangat penting untuk ,engembangkan literasi media yang baik, agar menjadi penonton yang kritis dan aktif memilih siaran sehat.

"Kita tidak boleh membiarkan industri penyiaran berjuang sendirian menghadapi badai disrupsi ini. Penguatan ekosistem penyiaran harus didukung semua pihak agar media penyiaran kita tetap kokoh menjadi benteng budaya dan jati diri bangsa," tegasnya.

Menutup pernyataannya di hadapan media, Ketua KPI Pusat mengajak seluruh insan penyiaran tanah air untuk menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 ini sebagai momentum refleksi dan aksi nyata.

"Mari kita bersama-sama menjaga siaran kita agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila di seluruh pelosok Indonesia. Dengan ekosistem yang kuat dan siaran yang sehat, kita wujudkan penyiaran nasional yang mampu menjadi pemersatu bangsa sekaligus memberikan pesan perdamaian kepada dunia. Selamat Hari Lahir Pancasila 2026," pungkas Ubaidillah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persib Diuji Jadwal Padat, ASEAN Club Championship Jadi Tantangan Berat Sang Juara
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Strategi DPLK Avrist Jaga Return Investasi di Tengah Gejolak Global
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Singapore Open 2026: Kecepatan Lawan Bikin Fajar/Fikri Tumbang
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Harga Minyak Global Memanas, Pasar Cemas Konflik Israel-Lebanon Meluas
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Muncul Fenomena Ayam Goreng-Daging di Warteg Mulai Tak Laku, Ada Apa?
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.