Ini Alasan Bojan Hodak Tak Dilepas dengan Indah oleh Persib

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bandung, tvOnenews.com - Perpisahan yang hambar menyertai mundurnya Bojan Hodak dari jabatan pelatih kepala Persib. Banyak yang menyayangkan tidak adanya seremoni yang layak bagi sang legenda.

Pelatih asal Kroasia ini sukses menularkan mental juara kepada klub kebanggaan Bobotoh. Dia berhasil membawa tim menjadi juara setelah merasakan dahaga prestasi selama satu dekade​.

Tidak main-main, Persib dibawanya mendominasi liga Indonesia dengan tiga gelar juara beruntun. Namun setelah kontraknya usai di akhir musim ini, Bojan memilih mundur dan kini menjabat sebagai Shareholder Group Technical Advisor.

Bahkan kabar mundurnya Bojan terkesan mendadak. Karena usai meraih gelar juara, dia masih mengikuti agenda perayaan dan makan malam bersama dengan tim. Namun sesaat setelahnya, klub mengumumkan informasi perpisahan.

Adhitia Putra Herawan selaku Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menjelaskan alasan pihak klub tidak menyiapkan perpisahan yang layak. Ini disebabkan fokus tim sebelum liga usai tertuju ke persaingan juara yang sengit.

"Sebenarnya kan yang saya pernah bilang di wawancara sebelumnya, semuanya tuh fokus dulu ke juara kan. Ya agak susah ya nyari momen yang tepatnya gitu," ujar Adhitia saat ditemui di Bandung, Selasa (1/6/2026).

"Karena kita tuh baru dipastikan juara kan setelah peluit ditiupkan. Jadi kayaknya mau ngatur waktunya tuh beda lah. Kalau klub lain sudah juara, mungkin lebih enak ngomongnya," lanjut dia.

Dengan sumbangsih yang diberikan Bojan Hodak, dia memang layak ditasbihkan sebagai legenda. Ada banyak rekor yang ditorehkan pria berusia 55 tahun tersebut untuk Persib dan mungkin akan sulit diulangi oleh penerusnya.

Pesta perpisahan meriah sendiri lumrah dilakukan oleh klub untuk menghormati sosok penting itu. Seperti Manchester City yang menggelar seremoni untuk Josep 'Pep' Guardiola usai memutuskan mundur.

Adhitia mengakui bahwa momen untuk klub mempersiapkan perpisahan ini tidak ada. Mengingat gelar juara baru didapatkan di pekan pamungkas dan setelah itu Bojan akhirnya menyatakan mundur dua hari setelahnya.

"Tapi ini intinya memang momennya engga ada dan ya berjalan begitu aja. Fokus utama klub kan juara dan dari Bojan juga punya fokus yang sama, juara gitu," ujar Adhitia Putra Herawan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Bakal Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kemenlu
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Polisi: Pemilik WO Marwah Catering Berpindah-pindah Lokasi Sebelum Ditangkap
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Jordi Amat Blak-blakan soal Musim Perdana di Persija: Penuh Suka Duka, Tapi Membanggakan
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Makassar Hidupkan Nilai Pancasila: Munafri dan Aliyah Tegaskan Pentingnya Ideologi dalam Pembangunan Daerah
• 5 jam laluharianfajar
thumb
PDIP: Indonesia Menjadi Negara Otoriter Populis Sejak Periode Ke-2 Jokowi
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.