JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, meminta pemilik bangunan kontrakan untuk turut bertanggung jawab membantu warga penyewa dan warga sekitar yang menjadi korban kebakaran di Jalan Krendang Barat Gang 2, Tambora, Jakarta Barat.
Berdasarkan data di lapangan, sebagian besar dari 115 Kepala Keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal dalam insiden pada Kamis (28/5/2026) malam tersebut merupakan warga pengontrak.
"Itu kan mereka kebanyakan pengontrak, sebagian besar adalah kontrakan. Jadi pastinya si pemilik kontrakan harus bertanggung jawab terkait ikut membantu lah," kata Iin kepada Kompas.com di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Rumah Dinas di Jatinegara Jaktim Kebakaran, Diduga akibat Korsleting
Iin menyebut, Pemerintah Kota Jakarta Barat telah memberikan bantuan secara maksimal sejak malam kejadian untuk memastikan kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi.
"Kalau dari sisi pemerintah, kita sudah bantu secara aspek fisik, aspek administrasi, aspek layanan logistik kita sudah berikan," tuturnya.
Adapun, kata Iin, karena mayoritas korban merupakan penyewa kontrakan, maka mereka tak berlama-lama menetap di pengungsian.
Baca juga: Bengkel di Cikupa Tangerang Kebakaran, 1 Orang Tewas Terjebak di Toilet
Para pengontrak yang terdampak disebut langsung berpindah ke tempat lain dan mencari hunian baru.
Ia pun berharap insiden yang diduga kuat dipicu oleh masalah kelistrikan di salah satu unit kontrakan ini tidak terulang kembali.
"Sebagian besar mereka tidak mengungsi karena mereka kan pengontrak. Pindah ke tempat lain, hingga kita harapkan tidak lagi terjadi hal-hal yang mengkhawatirkan. Itu kan masalah listrik," ucap Iin.
Baca juga: Sudah Gemetar Saja, Ketakutan Korban Kebakaran Tambora Saat Api Muncul Kembali
Masa Tanggap Bencana BerakhirSenada, Camat Tambora, Pangestu Aji, menyebut bahwa masa tanggap darurat pasca-bencana selama tiga hari telah berakhir pada hari ini, Senin (1/6/2026).
Menurut dia, posko-posko pengungsian, termasuk yang berada di musala, kini mulai dikosongkan dan para pengungsi sudah mencari tempat tinggal lain.
"Ya hari ini kan tanggap bencana selesai, tenda nanti paling sore atau malam udah beres. Udah enggak ada (yang mengungsi). Pada pindah ke rumah saudaranya. Sisanya karena memang mereka ini ngontrak ya, jadi banyaknya ya sudah langsung pindah cari tempat kontrakan lain," tutur Pangestu di lokasi yang sama.
Baca juga: Warga Mengais Puing Sisa Kebakaran Tambora: Cari Sisa Seragam dan Buku Anak
Terkait keluhan warga mengenai banyaknya surat berharga dan dokumen kependudukan yang hangus, Pangestu menegaskan Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Barat telah melakukan sistem jemput bola dan pendataan sejak akhir pekan lalu.
Polisi dari Polsek Tambora juga ditugaskan untuk mendata dan menerbitkan surat kehilangan sebagai syarat pengurusan dokumen.
"Itu udah diurus sama Dukcapil. Kemarin itu ada pendataan dari Dukcapil, didampingi Polsek juga. Jadi langsung dibuatkan surat kehilangan dari Polsek terus diurusin ke Dukcapil langsung, sudah aman semua," kata Pangestu.
Baca juga: Kebakaran Pabrik Nugget dan Sosis di Tangerang, Polisi Agendakan Periksa Saksi Hari Selasa





