Kupang (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengajak masyarakat agar menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar slogan.
"Saya berterima kasih diberi kesempatan untuk ikut dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026. Suasananya khidmat, masyarakat juga antusias mengikuti kegiatan ini. Tentu ini menjadi bagian penting bagi bangsa Indonesia," kata Mensos Saifullah Yusuf saat menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin.
Dalam kesempatan itu Mensos mengajak peserta upacara menyanyikan lagu Pancasila Rumah Kita karya Franky Sahilatua sebagai bentuk penguatan semangat kebangsaan dan persatuan.
Ende memiliki makna historis bagi bangsa Indonesia karena menjadi tempat Presiden Pertama RI Soekarno menjalani masa pengasingan pada tahun 1934-1938.
Baca juga: Pancasila jadi bintang penuntun 633 etnis & 17.000 pulau di Indonesia
Di kota tersebut Bung Karno banyak melakukan perenungan yang kemudian melahirkan gagasan-gagasan dasar mengenai kebangsaan Indonesia yang menjadi fondasi Pancasila.
Usai upacara Mensos bersama Gubernur NTT, Bupati Ende, dan sejumlah pejabat meninjau Pohon Sukun di kawasan Taman Renungan Bung Karno, lokasi yang diyakini menjadi tempat Soekarno merenungkan nilai-nilai dasar yang kemudian dirumuskan menjadi Pancasila.
Rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila ditutup dengan tarian tradisional Gawi yang diikuti secara massal oleh sekitar 3.000 pelajar dan masyarakat Kabupaten Ende sebagai simbol persatuan dan kebersamaan.
Mensos menegaskan kekuatan bangsa Indonesia tidak terlepas dari nilai-nilai Pancasila yang terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca juga: Pancasila membuat Indonesia kokoh di tengah tantangan global
"Dengan Pancasila kita bisa sekarang menjadi sebuah bangsa yang kuat. Maka itu mari kita laksanakan sila-sila Pancasila itu dalam kehidupan sehari-hari. Ini tidak hanya sekadar jargon, ini memang pandangan hidup kita yang harus dilaksanakan dalam setiap aspek kehidupan," ujar Gus Ipul, sapaan Mensos Saifullah Yusuf.
Ia juga mengapresiasi semangat kolaborasi yang ditunjukkan pemerintah daerah di NTT dalam mendukung berbagai program strategis Presiden Prabowo Subianto.
"Saya melihat semangat dari gubernur, bupati, dan wali kota se-NTT. Semua punya tekad dan semangat kerja keras, memanfaatkan sumber daya yang ada, serta berkolaborasi untuk mewujudkan berbagai program, khususnya mendukung program strategis Bapak Presiden," ujar Gus Ipul.
Menurut dia, komitmen tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia, termasuk pelaksanaan Program Sekolah Rakyat dan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran melalui penguatan data tunggal nasional.
Baca juga: Wamenkomdigi tegaskan nilai Pancasila sebagai pedoman jaga persatuan
"Saya berterima kasih diberi kesempatan untuk ikut dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026. Suasananya khidmat, masyarakat juga antusias mengikuti kegiatan ini. Tentu ini menjadi bagian penting bagi bangsa Indonesia," kata Mensos Saifullah Yusuf saat menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin.
Dalam kesempatan itu Mensos mengajak peserta upacara menyanyikan lagu Pancasila Rumah Kita karya Franky Sahilatua sebagai bentuk penguatan semangat kebangsaan dan persatuan.
Ende memiliki makna historis bagi bangsa Indonesia karena menjadi tempat Presiden Pertama RI Soekarno menjalani masa pengasingan pada tahun 1934-1938.
Baca juga: Pancasila jadi bintang penuntun 633 etnis & 17.000 pulau di Indonesia
Di kota tersebut Bung Karno banyak melakukan perenungan yang kemudian melahirkan gagasan-gagasan dasar mengenai kebangsaan Indonesia yang menjadi fondasi Pancasila.
Usai upacara Mensos bersama Gubernur NTT, Bupati Ende, dan sejumlah pejabat meninjau Pohon Sukun di kawasan Taman Renungan Bung Karno, lokasi yang diyakini menjadi tempat Soekarno merenungkan nilai-nilai dasar yang kemudian dirumuskan menjadi Pancasila.
Rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila ditutup dengan tarian tradisional Gawi yang diikuti secara massal oleh sekitar 3.000 pelajar dan masyarakat Kabupaten Ende sebagai simbol persatuan dan kebersamaan.
Mensos menegaskan kekuatan bangsa Indonesia tidak terlepas dari nilai-nilai Pancasila yang terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca juga: Pancasila membuat Indonesia kokoh di tengah tantangan global
"Dengan Pancasila kita bisa sekarang menjadi sebuah bangsa yang kuat. Maka itu mari kita laksanakan sila-sila Pancasila itu dalam kehidupan sehari-hari. Ini tidak hanya sekadar jargon, ini memang pandangan hidup kita yang harus dilaksanakan dalam setiap aspek kehidupan," ujar Gus Ipul, sapaan Mensos Saifullah Yusuf.
Ia juga mengapresiasi semangat kolaborasi yang ditunjukkan pemerintah daerah di NTT dalam mendukung berbagai program strategis Presiden Prabowo Subianto.
"Saya melihat semangat dari gubernur, bupati, dan wali kota se-NTT. Semua punya tekad dan semangat kerja keras, memanfaatkan sumber daya yang ada, serta berkolaborasi untuk mewujudkan berbagai program, khususnya mendukung program strategis Bapak Presiden," ujar Gus Ipul.
Menurut dia, komitmen tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia, termasuk pelaksanaan Program Sekolah Rakyat dan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran melalui penguatan data tunggal nasional.
Baca juga: Wamenkomdigi tegaskan nilai Pancasila sebagai pedoman jaga persatuan





